TRIBUNNEWS.COM - Materi pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 Kurikulum Merdeka Bab VI adalah Cinta Indonesia.
Pada bab ini, murid akan belajar menjadi pribadi yang cinta tanah air melalui pengenalan sejarah lewat wisata ke museum/bangunan bersejarah, mengenal simbol, petunjuk, dan informasi di lokasi wisata, serta menerima dan membuat informasi lewat pengumuman.
Unsur kebahasaan yang akan dipelajari murid pada bab ini di antaranya penulisan angka dan bilangan.
Ada dua jenis penulisan angka dan bilangan yang biasa dipakai, yakni angka arab (1, 2, 3) dan angka romawi (I, II, III).
Bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata dapat ditulis dengan huruf.
Jika bilangan ditulis secara berurutan seperti dalam perincian, maka ditulis dengan angka/nomor.
Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf.
Apabila bilanganpada awal kalimat tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata, susunan kalimatnya diubah.
Angka yang menunjukkan bilangan besar dapat ditulis sebagian dengan huruf supaya lebih muda dibaca.
Sebagai latihan, pada soal Bahasa Indonesia kelas 5 halaman 133 Kurikulum Merdeka, siswa diminta untuk memperbaiki penulisan angka dan bilangan yang benar.
Soal itu terdapat pada Buku Bahasa Indonesia Bergerak Bersama untuk SD Kelas V yang ditulis oleh Evy Verawaty dan Zulqarnain terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) cetakan pertama tahun 2021.
Untuk membantu memahami materi dengan lebih baik, Tribunnews.com menghadirkan kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 5 halaman 133 Kurikulum Merdeka.
Simak kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 5 halaman 133 Kurikulum Merdeka di bawah ini.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 5 Halaman 130, Latihan: Huruf Kapital
Bacalah teks singkat di bawah ini. Kenali angka dan bilangan yang terdapat pada teks. Apakah penulisannya sudah benar?
Kalau belum, tuliskan secara benar dengan menyalin kembali isi paragraf pada buku tulis kalian.
Jawaban:
Salah satu wisata sejarah yang dapat dilakukan di Surabaya adalah dengan mengunjungi Monkasel (Monumen Kapal Selam). Di tempat ini terdapat KRI Pasopati 410 yang dijadikan monumen peringatan sejarah perjuangan Indonesia dalam operasi pembebasan Irian Barat dari tangan penjajah di tahun 1963.
KRI Pasopati 410 memiliki panjang 76,6 meter, lebar 6,3 meter, serta berat 1.300 ton. Kecepatannya mencapai 18,3 knot di atas permukaan laut, dan 13,6 knot di bawah permukaan laut. Hebatnya, KRI Pasopati 410 ini dilengkapi dengan 12 torpedo uap gas dengan panjang 7 meter. Kapal ini dapat memuat 63 awak kapal termasuk kapten.
Monumen ini beralamat di Jalan Pemuda 39, Surabaya. Setiap pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp15.000,00 per orang. Waktu kunjung museum adalah setiap hari Selasa-Minggu.
*) Disclaimer:
(Tribunnews.com/Nurkhasanah)