TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN-Multiangle-Tias adik dari Hasriyani pemilik kios sembako dan Bahan Bakar Minyak (BBM) salah satu korban kebakaran hebat di Jalan Jelarai Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) tepatnya 30 meter dari Tugu Lemlai suri tampak terpaku memandangi puing-puing reruntuhan arang yang telah menghanguskan kios sang kakak, Jumat (30/1/2026).
Pasalnya kios yang kini telah menjadi arang yang selama ini menyimpan banyak kenangan antara dia dan sang kakak. Namun kini telah luluh lantah hanya menyisakan sisa seng yang hangus terbakar.
Biasanya dari pagi hingga malam hari, ia bersama sang kakak tengah sibuk melayani pembeli yang datang ke kios. Namun hal itu tidak lagi dilakukannya usai kios dan seluruh isinya jadi habis atas keganasan si jago merah.
Ia bersyukur tak ada yang terluka, namun tetap harus menerima bahwa kios dan seluruh isinya yang bernilai ratusan juta tak lagi dapat diselamatkan.
Baca juga: Tiang Telkom Ikut Terbakar Saat Kebakaran Kios Jalan Jelarai, Warga Sekitar Keluhkan Wifi Terputus
Hari ini, Sabtu (31/1/2026) perempuan bergaya tomboy ini tidak lagi sibuk membantu sang kakak melayani pembeli, justru sibuk menjawab beberapa pertanyaan dari penyidik kepolisian Polresta Bulungan yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Ia mengaku sang kakak (Hasriyani) masih dalam kondisi trauma sehingga belum dapat mengunjungi lokasi kebakaran.
"Kakak ku masih trauma, dia mengunci pintu di kamar masih syok jadi tidak bisa pergi," tutur Tias saat diwawancarai TribunKaltara.com, Sabtu (31/1/2026).
Ia menyebutkan sang kakak menjadi salah satu penghui kios paling lama di kawasan tersebut. Ratusan cerita baik suka dan duka banyak tercipta selama puluhan tahun ini.
"Kalau saya sudah 20 tahunan bantu-bantu kakak di kios, kalau kakak ini 30 tahunan. Dia paling lama memang," sebutnya.
Baca juga: Saksi Lihat Api Muncul dari Kios yang Lagi Isi BBM, Lalu Api Membentuk Garis Disepanjang Jalan Aspal
Salah satu kenangan yang masih teringat adalah saat penghuni deretan kios bergotong royong untuk membangun drainase atau gorong-gorong untuk membuka saluran air.
"Banyak sekali kenangannya ini, apalagi pas dulu kami membangun gorong-gorong itu ramai-ramai. Pokoknya enggak dapat dijelaskan apa saja kenanganya soalnya bertahun-tahun, ungkapnya.
Disampaikan Tias kawasan kios tersebut menjadi salah satu tempat yang cukup ramai setiap hari. Selain tempatnya yang strategis karena berdekatan dengan Tugu Lemlai Suri, lokasinya juga satu deretan dengan beberapa penjual makanan.
"Disini memang ramai setiap harinya, jadi kenangannya juga sama pelangan-pelangan," pungkasnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu