Niat Puasa Ayyamul Bidh 13, 14, 15 Syaban 1447 H dan Keutamaannya
January 31, 2026 08:32 PM

 

SURYA.co.id - Salah satu amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW di Bulan Syaban adalah mengerjakan puasa sunah, misalnya Puasa Ayyamul Bidh.

Berikut jadwal Puasa Ayyamul Bidh di bulan Syaban 1447 H (2026), lengkap bacaan niat dan keutamaannya.

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Syaban 1447 H

Berdasarkan kalender Hijriah, berikut tamggal pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh bulan Syaban yang bertepatan pada bulan Februari 2026:

13 Syaban 1447 H: Minggu, 1 Februari 2026

14 Syaban 1447 H: Senin, 2 Februari 2026

15 Syaban 1447 H (Nisfu Syaban): Selasa, 3 Februari 2026

Mengutip laman Muslim.or.id, berdasarkan hadis Nabi, Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan istimewa. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1- berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2- mengerjakan shalat Dhuha, 3- mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178)

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh

Niat puasa sunnah ini dilafalkan sejak malam hari hingga sebelum waktu Dzuhur (selama belum makan/minum).

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ayyamil bidl lillahi ta’ala.

Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala."

Baca juga: Doa Nisfu Syaban dan Keutamaannya: Panduan Lengkap Amalan Malam Pengampunan

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Syaban

Bulan Sya'ban adalah waktu di mana amal ibadah manusia diangkat kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau sangat suka ketika amalnya diangkat, beliau sedang dalam keadaan berpuasa.

Melaksanakan Ayyamul Bidh di bulan Syaban berarti Anda sedang memperbanyak amal sebelum menyambut bulan suci Ramadan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artimya: “Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Bahkan menurut hadis lainnya, Rasulullah Saw mengerjakan puasa satu bulan penuh di Bulan Syaban.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ . فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله  عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.