Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ratusan personel gabungan dari Polisi, TNI, dan instansi terkait berpatroli skala besar di Kota Bandung, Sabtu (31/1/2026) malam. Upaya ini untuk mencegah kejahatan malam hari, menyusul viralnya aksi geng motor.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan meminta jajarannya untuk selalu menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), salah satunya dengan meminimalisasi aktivitas geng motor yang berpotensi menganggu Kamtibmas.
Rudi mengingatkan para personel gabungan agar melakukan pencegahan yang tegas dan terukur sebelum kejahatan terjadi.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan mengatakan sasaran patroli skala besar kali ini mencegah kejahatan jalanan yang dapat meresahkan masyarakat.
"Sasaran kami itu utamanya untuk kejahatan-kejahatan yang meresahkan masyarakat utamanya di jalan. Curas-curas dan curanmor ini menjadi catatan untuk kita memberikan rasa nyaman kepada masyarakat," katanya di Mapolrestabes Bandung.
Dia menegaskan menjaga Kamtibmas merupakan tugas pokok kepolisian. Tugas ini disebutnya harus dilakukan dengan optimal agar masyarakat merasa aman dan nyaman. Adapun jumlah personel gabungan yang dikerahkan yaitu sekitar 400 orang.
"Warga Bandung Raya khususnya dapat menikmati kegiatan apapun saja dan menekan kejahatan yang sifatnya bisa langsung kepada masyarakat," ucapnya.
Adapun rute patrolinya, meliputi Mapolrestabes - Dago - Dipatiukur - Pertamina - Pusdai - Taman Petpark citarum - Taman Supratman - A. Yani - Kiara Arta - Fly Over Kircon - Ibrahim Aji - Gatsu - Pusat Kota - Mapolrestabes.
Dia menambahkan, terkait aksi geng motor di Kota Bandung, kepolisian telah berulang kali melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap kelompok yang dinilai mengganggu ketertiban umum. Tindakan tersebut, kata Hendra, tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan.
"Kami sudah berapa kali melakukan tindakan yang tegas dan terukur ini. Kita memang kepolisian tidak mematikan seseorang tapi kita bagaimana menjaga dan melumpuhkan mereka," ujarnya.
Menurutnya, aksi-aksi yang terjadi selama ini tidak lagi dapat dipandang sebagai kenakalan remaja semata. Aktivitas tersebut dinilai telah berkembang menjadi tindakan kriminal yang berpotensi meresahkan masyarakat.
"Kenakalan remaja ada yang mengarah kepada kriminal dan meresahkan masyarakat daan ini harus, kita jangan kalah dan polisi hadir untuk bagaimana menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ujarnya.(*)