TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Tim SAR Gabungan resmi menutup operasi pencarian bocah yang terseret ombak di Pantai Ujuang Batu, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (1/2/2026).
Penutupan ini dilakukan setelah jasad Rozi (8), korban terakhir dari tiga bocah yang terseret ombak, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua pencarian.
Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, mengonfirmasi bahwa penemuan jasad Rozi sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian operasi SAR.
“Seluruh korban yang dilaporkan hilang telah ditemukan. Dengan ditemukannya korban terakhir atas nama Rozi, maka operasi SAR ini kami usulkan untuk ditutup," ujar Abdul Malik.
Tragedi ini bermula pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 11.48 WIB.
Baca juga: Breaking News: Tiga Bocah Hanyut di Pasie Nan Tigo Padang, Dua Meninggal dan Satu Masih Dicari
Tiga sekawan, Akbar, Akmal, dan Rozi, yang sedang mandi-mandi di tepian pantai, terseret gelombang tinggi dan arus kuat ke tengah laut.
Masyarakat setempat segera berupaya memberikan pertolongan secara swadaya.
Dua korban, Akbar dan Akmal, berhasil dievakuasi ke daratan, namun meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis. Sementara Rozi hilang terbawa ombak.
Sejak laporan diterima, tim SAR langsung diterjunkan ke lokasi.
Abdul Malik memimpin pencarian yang melibatkan 86 personel gabungan dari Basarnas, Polairud, TNI, Polri, Brimob, Damkar, hingga relawan.
Tim dibagi menjadi tiga Satuan Resimen Unit (SRU) untuk menyisir area seluas satu mil laut persegi menggunakan metode darat dan laut.
SRU 1 memanfaatkan Aqua Eyedan Drone Thermal untuk mendeteksi objek di bawah air dan panas tubuh.
Unit LCR menyisir permukaan air, sementara SRU 2 dan 3 menggunakan kapal RIB untuk pencarian lebih jauh, mengantisipasi arus yang membawa korban ke barat laut.
Baca juga: Satu Bocah Masih Hilang, Tim SAR Hentikan Sementara Pencarian di Pantai Pasie Nan Tigo
Meski cuaca berawan dan tidak ekstrem, arus bawah laut tetap menjadi tantangan tersendiri. Namun, koordinasi dan sinergi antarunsur membuahkan hasil.
Tepat pukul 08.40 WIB, jasad Rozi ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi awal korban hilang, lalu dibawa ke rumah duka di Kelurahan Pasia Nan Tigo untuk dimakamkan.
Abdul Malik menutup operasi dengan memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari aparat keamanan hingga warga sipil.
Ia juga mengimbau masyarakat lebih waspada saat beraktivitas di pantai, terutama mengawasi anak-anak karena kondisi alam sulit diprediksi.
Dalam peristiwa tersebut, dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya hingga kini masih dalam pencarian.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Al Banna, melalui keterangan resminya menyampaikan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB saat ketiga korban mandi di area ujung batu di kawasan pantai tersebut.
“Korban berjumlah tiga orang anak laki-laki. Dua korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya masih belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian,” katanya.
Dua korban yang telah ditemukan masing-masing bernama Akmal (7) dan Akbar (8), keduanya berstatus pelajar dan berasal dari Talao Sapek.
Sementara satu korban lainnya bernama Rozi (8), juga pelajar asal Talao Sapek, masih dinyatakan hilang.
Menurut keterangan saksi di lokasi, warga awalnya melihat adanya tubuh anak yang mengapung di laut.
Seorang nelayan setempat bernama Ir (40) kemudian segera mengambil perahu untuk memberikan pertolongan.
“Warga yang melihat kejadian tersebut langsung berinisiatif melakukan penyelamatan dan menghubungi aparat terkait, serta pihak puskesmas,” jelasnya.
Kedua korban yang berhasil dievakuasi selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Siti Rahmah Padang untuk penanganan lebih lanjut. Namun, nyawa keduanya tidak dapat diselamatkan.
BPBD Kota Padang bersama unsur terkait saat ini masih melakukan upaya pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan.
Pencarian dilakukan dengan melibatkan unsur SAR, TNI, Polri, serta masyarakat setempat.
BPBD juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di kawasan pantai, mengingat kondisi ombak dan arus laut yang berpotensi membahayakan.