TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Masyarakat secara swadaya memperbaiki jalan poros penghubung Lembang (Desa) Rantedada dan Lembang Pakala, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja.
Aksi gotong royong tersebut melibatkan ratusan warga dan berlangsung selama lima hari berturut-turut, sejak 27 hingga 31 Januari 2026.
Kepala Lembang Rantedada, Abdul Aziz, mengatakan jalan poros tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat karena menghubungkan dua lembang dengan panjang ruas sekitar 2,5 kilometer.
“Pengerjaan dilakukan secara sukarela oleh masyarakat selama lima hari. Ada empat titik yang dikerjakan dengan total panjang kurang lebih 350 meter,” ujar Abdul Aziz kepada Tribun Toraja, Minggu (1/2/2026).
Ia menjelaskan, anggaran perbaikan jalan bersumber dari sumbangan para donatur, baik dari luar daerah maupun masyarakat Lembang Rantedada dan Lembang Pakala.
Sementara untuk kebutuhan konsumsi selama kegiatan berlangsung, berasal dari sumbangsih PKK dan dasawisma Lembang Rantedada.
Bantuan diberikan tidak hanya dalam bentuk uang, tetapi juga material seperti semen, pasir, chipping, serta kebutuhan konsumsi lainnya seperti kopi dan bahan dapur.
“Besaran anggarannya tidak diketahui secara pasti karena sebagian besar bantuan diberikan langsung dalam bentuk material dan konsumsi,” jelasnya.
Abdul Aziz menambahkan, antusiasme masyarakat sangat tinggi.
Setiap hari, warga yang terlibat kerja bakti minimal berjumlah 150 orang, bahkan sempat mencapai lebih dari 200 orang.
Seluruhnya berasal dari Lembang Rantedada dan Lembang Pakala.
“Alhamdulillah selama lima hari pengerjaan tidak ada kendala dan pekerjaan bisa selesai dengan baik,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dapat memberikan perhatian khusus terhadap jalan tersebut dengan melakukan pengaspalan, mengingat fungsinya yang sangat penting bagi aktivitas masyarakat di kedua lembang.
“Jalan ini sudah lama tidak mendapat sentuhan dari pemerintah kabupaten. Padahal statusnya merupakan jalan milik pemerintah daerah, bukan jalan desa, sehingga tidak bisa dianggarkan melalui dana desa,” pungkasnya.
Harapan serupa juga disampaikan anggota DPRD Tana Toraja dari Fraksi Hanura, Ferianto Delo’ Rupang, yang turut menjadi donatur perbaikan jalan.
Ia berharap jalan poros Rantedada-Pakala dapat menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Jalan ini sebenarnya menghubungkan beberapa lembang, termasuk Lembang Simbuang. Sudah lama sekali kondisinya rusak,” ujarnya.
Menurut Ferianto, kesadaran masyarakat untuk melakukan swadaya patut diapresiasi, meski keterbatasan dana membuat perbaikan yang dilakukan belum maksimal.
“Karena keterbatasan dana masyarakat, perbaikannya masih sangat terbatas. Harapan masyarakat dan kami di DPRD tentu agar pemerintah daerah bisa memberikan perhatian serius terhadap jalan ini,” tutupnya.(*)