TVRI Resmi Memulai Kickoff Siaran Piala Dunia 2026, Stadion Maguwoharjo Sleman Jadi Saksi
February 01, 2026 06:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) menggelar kickoff siaran Piala Dunia 2026 secara serentak di Indonesia.

Untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), gelaran ini dilaksanakan di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Kegiatan ini menjadi penanda kesiapan lembaga penyiaran publik tersebut dalam menayangkan ajang sepak bola paling bergengsi di dunia bagi masyarakat Indonesia, termasuk di DIY.

Kepala TVRI Stasiun Yogyakarta, Akhmad Sahidi, menegaskan bahwa TVRI dipercaya sebagai official broadcaster Piala Dunia sebagai bentuk kehadiran negara dalam menyediakan hiburan berkualitas untuk seluruh lapisan masyarakat.

Hak siar Piala Dunia, lanjutnya, berada di bawah TVRI Nasional dan TVRI Sport sehingga siarannya dapat dijangkau hingga ke wilayah pelosok.

“Ini adalah hadiah dari negara. TVRI hadir bukan hanya di ibu kota provinsi, tetapi juga menjangkau kabupaten, kecamatan, hingga pelosok negeri,” kata Akhmad Sahidi.

Ia menambahkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, tayangan Piala Dunia diharapkan mampu menjadi hiburan yang dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia.

Pada momentum tersebut, TVRI mengusung tema Piala Gembira, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas siaran agar dapat diterima dengan baik di berbagai daerah, termasuk wilayah DKI Jakarta.

Baca juga: PSS Sleman Gagal Petik Kemenangan dari Barito Putera, Ansyari Akui Kecewa dari Segi Hasil

Agenda Nobar

Selain melalui layar televisi, TVRI juga menyiapkan agenda nonton bareng (nobar) bersama masyarakat.

Untuk wilayah Jakarta, nobar direncanakan digelar di kantor pusat TVRI, serta membuka peluang kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota di berbagai daerah.

“Melalui nobar ini, kami berharap tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dengan melibatkan pelaku UMKM, mulai dari penjual makanan hingga produk lainnya,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan nobar di lokasi komersial seperti hotel dan kafe, Akhmad Sahidi menyebutkan bahwa TVRI Pusat telah membentuk tim khusus untuk mengatur aspek teknis serta perizinannya.

Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa siaran Piala Dunia hanya dapat disaksikan melalui antena UHF, bukan parabola.

“Pastikan sudah menggunakan antena UHF agar siaran TVRI bisa diterima dengan optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Pemilik Persiba Bantul, Soekeno, menyambut baik langkah TVRI dalam menyiarkan Piala Dunia.

Menurutnya, siaran tersebut memiliki nilai edukasi sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda pecinta sepak bola.

“Sepak bola membawa nama besar sebuah negara. Lewat tayangan ini, generasi muda bisa melihat langsung kualitas sepak bola dunia dan menjadikannya sebagai motivasi,” kata Soekeno.

Kegiatan kickoff siaran Piala Dunia di Stadion Maguwoharjo turut dihadiri Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Ketua Asprov PSSI DIY Dessy Arfianto, serta perwakilan KONI DIY. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.