TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Menjelang perayaan Dies Natalis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ke-76 yang jatuh pada 9 Februari 2026, GMKI Cabang Toraja menggelar aksi bakti sosial di objek wisata religi Bukit Singki, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang dikemas dalam agenda Pra-Dies Natalis ini difokuskan pada aksi bersih-bersih lingkungan di sekitar kawasan ikon Salib Raksasa Singki.
Aksi tersebut merupakan wujud nyata pengamalan Tri Panji GMKI, khususnya nilai Tinggi Pengabdian, sekaligus bentuk pelayanan GMKI kepada masyarakat.
Ketua Cabang GMKI Toraja, Alan Prasetya, mengatakan pemilihan Bukit Singki sebagai lokasi bakti sosial didasari oleh nilai strategis dan simbolik kawasan tersebut.
“Bukit Singki merupakan salah satu ikon Kota Rantepao sekaligus simbol religi yang sakral. Menjelang usia GMKI ke-76, kami ingin hadir dan memberi dampak langsung bagi kebersihan serta kenyamanan destinasi wisata religi di Toraja Utara,” ujarnya kepada Tribun Toraja, Minggu (1/2/2026).
Ia mengungkapkan, kondisi lingkungan di sekitar objek wisata tersebut membutuhkan perhatian serius.
Rumput dan tanaman liar tampak memanjang, sementara sampah plastik ditemukan di sejumlah titik akibat masih rendahnya kesadaran sebagian pengunjung.
“Kami membersihkan rumput yang sudah panjang dan sampah plastik yang berserakan di area wisata,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, GMKI Toraja melibatkan kader dari empat komisariat yang ada di cabang Toraja.
Selain itu, GMKI juga berkolaborasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Toraja Utara serta melibatkan partisipasi masyarakat setempat.
Alan menambahkan, semangat kolaborasi ini sejalan dengan tema besar pelayanan GMKI periode ini, yakni “Berubahlah! Temukanlah Kasih Allah dalam Peziarahan” (bdk. Roma 12:2), yang ditegaskan kembali dalam Sidang Pleno I Badan Pekerja Cabang (BPC) GMKI Toraja di Jemaat Batang pada pertengahan Januari lalu.
Ia mengatakan, rangkaian kegiatan Pra-Dies Natalis GMKI Toraja rencananya akan ditutup dengan ibadah syukur pada 9 Februari 2026.
Melalui aksi ini, GMKI berharap dapat memotivasi generasi muda Toraja untuk menjaga kelestarian aset daerah serta memperkuat semangat toleransi dan pengabdian di tengah masyarakat.
Dari pantauan Tribun Toraja di lokasi, kondisi objek wisata Bukit Singki tampak kurang terawat.
Rumput di sekitar area wisata memanjang, sampah plastik terlihat berserakan, dan jumlah pengunjung terpantau minim.
Selain itu, sejumlah gazebo di kawasan tersebut tampak rusak dan tidak lagi layak digunakan.(*)