Diajarkan Arti Berbagi Tanpa Pamrih, Cerita Kurniawan Korban Gempa Mamuju Dibantu Salim Mengga
February 01, 2026 07:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kurniawan (30) korban gempa Mamuju 2021 hingga kini masih berjuang untuk sembuh.

Ia merasa sangat terpukul tas kepergian Wakil Gubernur Salim S Mengga.

Salim wafat saat proses pemulihan pasca operasi lutut di RS Siloam Makassar, Sulawesi Selatan pada Sabtu (31/1/2026) lalu.

Baca juga: Aldi Buronan Kasus Pembunuhan di Matakali Polman Ditangkap di Tempat Persembunyiannya di Luwu Timur

Baca juga: Jamaah Masjid Baitul Anwar Mamuju Salat Gaib Doakan Alm Wagub Salim Usai Salat Maghrib

Ia diduga terkena serangan jantung saat masa pemulihan tersebut.

Bagi Kurniawan,Salim S Mengga bukan sekadar pejabat negara namun lebih dari itu.

Bak seorang malaikat "penyambung napas" bagi Kurniawan.

Ia memang masih dalam tahap pemulihan, karena tulang belakangnya cedera akibat tertimpa reruntuhan gempa 2021 lalu.

Kehadiran Salim di tengah keterbatasan biaya bak penghilang dahaga.

KENANGAN BERSAMA - Febrianto Wijaya (kanan) bersama Alm Salim S Mengga (kiri) dalam suatu momen beberapa waktu lalui. Febrianto Wijaya mengenang sosok Salim sebagai figur yang baik hati
KENANGAN BERSAMA - Febrianto Wijaya (kanan) bersama Alm Salim S Mengga (kiri) dalam suatu momen beberapa waktu lalui. Febrianto Wijaya mengenang sosok Salim sebagai figur yang baik hati (Tribun-Sulbar.com/Tangkapan Layar)

Salim S Mengga menyempatkan diri menjenguk Kurniawan di RSUD Sulbar.

Dalam suasana bangsal yang tenang, Salim datang menggunakan kursi roda. 

Mengenakan kemeja putih bersih dan peci hitam yang, ia mendekati ranjang tempat Kurniawan terbaring lemah. 

Meski duduk di kursi roda, semangatnya untuk memberi penguatan tidak luntur.

Bantuan Beli Obat

Salim tampak memegang lembut kaki Kurniawan yang sudah lama mati rasa, seolah berusaha menyalurkan kekuatan. 

Tidak banyak kata yang terucap, namun tatapan matanya menunjukkan empati yang mendalam. 

Saat itu, almarhum memberikan bantuan tunai sebesar Rp 1 juta untuk membantu pembelian obat luar yang tidak ditanggung rumah sakit.

Kepedulian almarhum ternyata tidak berhenti di satu kali kunjungan. 

Saat Kurniawan harus dirujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo Makassar pada 28 November 2025, Salim kembali mengirimkan utusannya.

"Beliau menitipkan lagi uang Rp 1 juta lewat orang suruhannya untuk biaya pegangan saya selama di Makassar," kenang Kurniawan kepada Tribun-Sulbar.com, Minggu (1/2/2026).

Bahkan, di tengah kesibukan dan masa-masa terakhirnya, komunikasi tetap terjaga. 

Pada 24 Desember 2025, Kurniawan sempat mengirimkan dokumentasi perkembangan medisnya melalui WhatsApp. 

Tanpa diminta, Salim kembali mentransfer bantuan Rp 1 juta.

"Uang itu sangat berarti. Saya gunakan untuk membeli darah saat operasi biopsy kedua karena stok darah di rumah sakit kosong dan saya harus mencari pendonor sendiri," ungkapnya.

Kurniawan bersaksi bahwa Salim S. Mengga adalah sosok ahlil khair.

Orang baik yang tulus mencintai rakyatnya tanpa pamrih. 

Baginya, bantuan yang diberikan bukan sekadar materi, melainkan motivasi untuk terus bertahan hidup.

"Beliau mengajarkan saya arti berbagi tanpa pamrih. Meski kini beliau sudah tiada, kebaikan itu akan selalu saya kenang sebagai motivasi untuk tetap berbuat baik kepada sesama," kata Kurniawan.

PENGHORMATAN TERAKHIR - Gubernur Sulawesi barat Suhardi Duka dan mantan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir di atas makan Wakil Gubernur Salim S Mengga di TMP Kalibata, Minggu (1/2/2026).
PENGHORMATAN TERAKHIR - Gubernur Sulawesi barat Suhardi Duka dan mantan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir di atas makan Wakil Gubernur Salim S Mengga di TMP Kalibata, Minggu (1/2/2026). (Tribun-Sulbar.com/Tangkapan Layar)

Kini, di saat sang jenderal telah beristirahat dengan tenang, Kurniawan masih terus melanjutkan perjuangannya untuk bisa kembali berjalan. 

Ia masih rutin melakukan kontrol ke Makassar sambil menunggu jadwal operasi tulang belakang yang krusial bagi masa depannya.

Bagi pembaca yang ingin membantu perjuangan kesembuhan Kurniawan, donasi dapat disalurkan melalui rekening BRI 3414-0100-2548-507 atas nama Kurniawan.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.