TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, akan kembali diaktifkan setelah lama tidak berfungsi optimal.
Aktivasi ini dilakukan melalui skema kolaborasi antara pemerintah desa, investor swasta, dan Perumda Air Minum Danum Taka PPU.
Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan air bersih yang stabil dan berkelanjutan bagi warga desa yang selama ini belum terlayani jaringan air minum secara memadai.
Asisten I Pemerintah Kabupaten PPU, Nicko Herlambang, menjelaskan bahwa sebagian fasilitas Pamsimas di wilayah Kecamatan Sepaku telah dibangun, namun belum seluruhnya beroperasi maksimal.
"Di Sepaku, sebagian fasilitas Pamsimas telah terbangun, namun belum seluruhnya beroperasi secara maksimal," ungkap Asisten I Pemkab PPU Nicko Herlambang, Minggu (1/2/2026).
Baca juga: Viral, Tiga Kendaraan Tergelincir di Gunung Putar Perbatasan PPU - Paser, Akibat Tumpahan Solar
Skema kerja sama ini diterapkan di Desa Telemow, Desa Binuang, Kelurahan Maridan, dan Desa Argomulyo.
Tujuannya memastikan warga memperoleh layanan air bersih yang stabil dan berkelanjutan.
Dalam pola kerja sama tersebut, investor berperan pada sisi teknis dan pendanaan awal.
Mereka bertanggung jawab menyediakan teknologi pengolahan air, membiayai instalasi, serta mengelola operasional instalasi pengolahan air (WTP) Pamsimas agar dapat berjalan secara konsisten.
"Perumda dilibatkan sebagai pendamping teknis dan pendukung operasional," sambungnya.
Baca juga: Operasi Pasar Murah di Sepaku PPU Tekan Harga Pangan Kawasan IKN Nusantara
Perannya antara lain menjaga standar kualitas air serta membantu pengelolaan sistem, terutama di wilayah yang belum terjangkau jaringan perpipaan.
Seluruh mekanisme kerja sama mengacu pada Permendagri Nomor 96 Tahun 2017 tentang kerja sama pengelolaan layanan publik di tingkat desa.
"Aset Pamsimas tetap menjadi milik desa, sementara pengelolaan teknis dilakukan oleh pihak yang memiliki kemampuan dan sumber daya," terangnya.
Untuk tahap awal, Desa Telemow dan Desa Binuang ditetapkan sebagai lokasi penerapan sebelum diperluas ke Kelurahan Maridan dan Desa Argomulyo.
Salah satu investor yang disasar adalah Borneo Tirta Nusantara, penyedia air bersih yang telah beroperasi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Perusahaan ini dinilai siap dari sisi teknologi dan operasional.
"Melalui kolaborasi ini, fasilitas Pamsimas yang sudah ada diharapkan dapat kembali dimanfaatkan, sehingga kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi, khususnya di wilayah yang belum terlayani PDAM," pungkasnya. (*)