Rencana Prabowo Rombak Besar-besaran Direksi Bank Himbari, Diganti Anak Muda Militan
February 01, 2026 07:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM - Jajaran direksi bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dikabarkan akan mengalami perombakan besar.

Restrukturisasi tersebut disebut-sebut akan melibatkan figur-figur dari kalangan generasi muda yang dinilai memiliki militansi tinggi.

Informasi itu disampaikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat memberikan keterangan di kawasan Bogor, Sabtu (31/1/2026).

Sjafrie menjelaskan, perombakan direksi Himbara merupakan bagian dari langkah pembenahan tata kelola BUMN yang selama ini dianggap belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat kecil.

Menurut dia, lemahnya sistem pengawasan dan rapuhnya birokrasi berakar dari posisi kepemimpinan di level atas.

Sjafrie juga menyoroti kebijakan bank-bank Himbara yang dinilai lebih memprioritaskan kredit bagi pengusaha besar dibandingkan pelaku usaha kecil.

“Bank Himbara itu lebih menertibkan pengusaha besar untuk dikasih kredit daripada pengusaha kecil. Karena itu Presiden memutuskan mengganti seluruh direksinya. Sudah disiapkan tata kelola baru untuk menertibkan BUMN,” ujar Sjafrie, dikutip dari Tribunnews.

Baca juga: Sosok Friderica Widyasari Dewi Kini Jabat Ketua Rangkap Wakil OJK, Harta Kekayaannya Disorot

Diganti Generasi Muda Militan

Pemerintah disebut mulai menerapkan metode talent scouting untuk menjaring calon pimpinan baru.

Fokus pencarian kini diarahkan pada figur berintegritas dan memiliki semangat nasionalisme tinggi, bukan lagi pada tokoh lama di lingkaran kekuasaan.

“Kita cari yang punya kemampuan intelektual dan pengalaman praktis, tapi yang paling penting dia cinta Tanah Air. Kita butuh generasi muda yang cerdas, militan, dan kredibel untuk menjaga ‘perahu’ ekonomi Indonesia,” tambahnya.

Sorotan Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Sebelumnya, perhatian publik sektor perbankan juga tertuju pada penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Thomas diketahui merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto sekaligus menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan RI.

Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, menjelaskan Thomas ditetapkan menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri beberapa waktu lalu.

Ia menyebut keputusan tersebut telah disepakati seluruh kelompok fraksi (poksi) di Komisi XI DPR RI.

“Kesepakatan melalui musyawarah mufakat dan kemudian diputuskan dalam rapat internal Komisi XI bahwa yang menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia pengganti Bapak Juda Agung adalah Bapak Thomas A.M. Djiwandono,” kata Misbakhun, dikutip dari Tribunnews.

Keputusan tersebut selanjutnya dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI untuk disahkan.

Thomas Djiwandono sendiri saat ini masih menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Namun, ia disebut telah mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Gerindra.

“Iya, artinya sudah mengundurkan diri dari keanggotaan partai,” ujar Ketua DPP Gerindra Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Prasetyo menegaskan seluruh persyaratan pencalonan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI telah dipenuhi, termasuk statusnya yang bukan lagi anggota partai politik.

“Ya, pada saat dicalonkan sudah memenuhi persyaratan,” kata Prasetyo.

Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan Thomas mengundurkan diri dari Partai Gerindra.

Terkait alasan Presiden Prabowo mencalonkan Thomas, Prasetyo menyebut tidak ada alasan khusus.

Menurutnya, Thomas hanyalah satu dari tiga kandidat yang diajukan untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR.

“Tidak ada alasan tertentu, memang ada beberapa nama yang diajukan,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.