TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Dugaan pungutan liar Rp20 ribu per hari yang sebelumnya menghantui para pedagang di kawasan Pleburan, Kota Semarang kini disebut sudah tidak terjadi lagi dalam hampir sepekan terakhir.
Kabar terbaru itu disampaikan Erwinda, pedagang sempolan dan telur gulung di Jalan Hayam Wuruk Pleburan Semarang.
Dia mengatakan, sejak Selasa (27/1/2026) hingga Minggu (1/2/2026) malam, tidak ada lagi oknum yang datang meminta uang kepada para pedagang.
Baca juga: Polisi Bubarkan Balap Liar di Jalan dr Cipto Semarang, 18 Pemotor Ditilang
“Alhamdulillah tidak ada pungutan. Pedagang lain saya tanya juga tidak ada,” kata Erwinda, Minggu.
Dia menduga, situasi tersebut terjadi karena persoalan pungli di kawasan itu sudah ramai diperbincangkan.
“Kemungkinan mereka sudah tahu ini ramai, jadi masih belum meminta,” imbuh dia.
Meski merasa lebih tenang, Erwinda berharap kondisi ini benar-benar berlanjut.
Dia menyebut, tanpa pungutan liar saja, penghasilan PKL sudah sangat pas-pasan, terutama saat hujan turun.
“Kalau hujan, pembeli bisa dihitung jari. Kadang malah nombok,” tuturnya.
Dalam sehari, kerugian bisa mencapai Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.
Padahal, modal dagang untuk jajanan seperti sempolan dan telur gulung tidak kecil, berkisar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu untuk kebutuhan dua sampai tiga hari.
Dalam kondisi normal pun, keuntungan bersih yang didapat pedagang relatif minim, sekira Rp50 ribu per hari.
Di luar itu, PKL masih harus menanggung biaya resmi lainnya, termasuk retribusi ke Disdag Kota Semarang sebesar Rp3 ribu per hari yang tetap mereka bayarkan.
Baca juga: Maling Kesakitan Terjungkal ke Selokan di Semarang: Sangkar Hancur, Burung Terbang ke Pemilik
Sementara itu, Ketua Tim Advokasi PKL Kota Semarang, Zainal Abidin menyampaikan bahwa situasi relatif lebih kondusif dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Di sisi lain, proses hukum masih berjalan.
Para pedagang kini menunggu panggilan klarifikasi dari Polrestabes Semarang terkait laporan dugaan pungutan liar tersebut.
Kepolisian memastikan pengawasan terus dilakukan, termasuk patroli malam, untuk menjaga keamanan dan mencegah praktik serupa terulang.
Dari sisi aparat, Polrestabes Semarang memastikan terus melakukan patroli dan pengawasan di kawasan tersebut.
Polisi menegaskan telah merespons laporan dugaan pungli dengan menurunkan personel, khususnya pada malam hari, guna menjaga situasi tetap kondusif.
Pihak kepolisian juga menyatakan akan menindak tegas apabila menemukan pelanggaran hukum di lapangan. (*)
Baca juga: Swadaya Warga Tambaksari Semarang Bangun Jembatan Darurat, Pilus: Jangan Jadikan Solusi Permanen