Figura Kelurahan Titiwungen Utara Manado Meriah, Anggota Dewan Jadi Anak Sekolah
February 01, 2026 06:23 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Figura kembali digelar Kelurahan Titiwungen Utara, Kecamatan Wenang, Kota Manado, 
Sulut, Minggu (1/2/2026).

Digelar dengan tema "Karnaval Figura Kampung Titiwungen", figura kali ini berlangsung meriah dan sarat makna persaudaraan. 

Hujan yang turun deras tidak mengurangi semangat para peserta. Suasana tetap hangat. 

Para peserta tampil penuh semangat untuk menghibur warga serta meneruskan tradisi yang sudah ratusan tahun digelar tersebut. 

Diketahui Figura adalah tradisi khas Manado/Minahasa.

Di Manado, tradisi ini diyakini berkembang pada awalnya di wilayah Titiwungen dan sekitarnya. 

Figura adalah pawai dengan para peserta mengenakan kostum unik menirukan tokoh tertentu. 

Tradisi ini biasa digelar pada bulan Januari atau dalam budaya Minahasa kerap disebut kunci taon (Penutup tahun). 

Figura adalah budaya Manado yang dipengaruhi bangsa Spanyol dan Portugis. 

Figura adalah seni yang memadukan pantomim, komedi dan satire yang diiringi musik. 

Tujuannya mempererat persaudaraan dan menambah sukacita di tahun baru. 

Amatan Tribun manado.com, para peserta terdiri dari semua kalangan.

Ada anak - anak, remaja, pemuda, orang tua hingga lansia. 

Figura tak hanya berarti pria yang berpakaian wanita. Atau sebaliknya. 

Ada yang berpakaian petani, turis Cina, anak sekolahan, tokoh agama dan lainnya. 

Semuanya sarat makna, agak satire, tapi menghibur. 

Tak hanya warga. Anggota DPRD Manado Venny Nangka juga ikutan sebagai peserta.

Venny bergaya layaknya anak SMA dengan baju seragam putih abu abu dan dasi. 

Begitu lepas dari garis start, para peserta langsung memeragakan gaya sesuai tokoh yang ditampilkan. 

Yang bergaya petani, memeragakan gaya tengah memikul hasil bumi. 

Pun dengan anak sekolah dan turis cina. 

Paling lebih dulu adalah anak anak. 

Kemudian para orang tua. 

Mereka menempuh rute lorong Titiwungen Utara Lingkungan 4 ke Jalan Samrat. 

Munculnya rombongan figura mengejutkan pengguna jalan. 

Banyak diantaranya yang mengabadikan peristiwa itu dengan ponsel. 

Lainnya hanya tertawa terbahak bahak. 

Rombongan singgah di salah satu rumah. 

Disana, sesuai tradisi kuncikan yang ada, mereka bernyanyi dan tuan rumah mengeluarkan kue yang masih tersisa. 

Yanes Pongoh, Ketua Panitia mengatakan, kegiatan tersebut sudah rutin digelar di Titiwungen.

"Tujuannya untuk melestarikan tradisi," kata dia. 

Tujuan lainnya, kata dia, adalah untuk memeriahkan kuncikan serta menjaga nilai persaudaraan. 

Kegiatan tersebut juga menunjang pariwisata Kota Manado. 

"Terima kasih kepada semua yang sudah mendukung hingga acara ini berlangsung dengan baik," kata dia. (Art)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.