Nelayan Kualatambangan Tanahlaut Melaut Tak Kunjung Pulang, Gelombang Tinggi Hambat Pencarian
February 01, 2026 07:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kondisi di perairan laut saat ini masih belum sepenuhnya bersahabat meski mulai cenderung teduh. Bahkan seorang nelayan di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), dilaporkan tak kunjung pulang.

Nelayan tersebut yaitu Bahrani, warga RT 1 Dusun 1 Desa Kualatambangan, Kecamatan Takisung. 

Penuturan kalangan nelayan setempat, Minggu (1/2/2026), lelaki berusia sekitar 50 tahun ini berangkat melaut pada Sabtu siang.

Bahrani melaut menaiki kapal kecil jenis Lumbung. Namun hingga malam tak kunjung pulang sehingga membuat keluarga khawatir. 

Sejumlah nelayan Kualatambangan pun bergerak cepat melakukan pencarian sejak Minggu pagi. Pencarian berlanjut dilakukan lagi pada sore. 

Upaya pencarian tersebut dilakukan secara swadaya menggunakan beberapa kapal nelayan setempat.

Baca juga: Keracunan Massal di Baruh Tabing HSU, Puluhan Warga Sakit Perut Diduga Setelah Konsumsi Es Buah

Sekretaris Desa Kualatambangan, Mulyadi, mengatakan begitu diketahui Bahran tak kunjung pulang, para nelayan setempat langsung berinisiatif melakukan pencarian di sekitar perairan pesisir.

“Pagi tadi sudah dilakukan pencarian oleh nelayan menggunakan beberapa kapal. Sore ini dilanjutkan lagi,” ujar Mulyadi saat dikonfirmasi.

Menurutnya, kondisi laut sempat menyulitkan upaya pencarian. Gelombang di perairan Takisung dilaporkan sempat cukup tinggi pada siang hari.

“Siang tadi gelombang laut sempat ribut,” tambahnya.

Bahran dikenal sebagai nelayan yang rutin pulang ke darat menjelang malam usai melaut. Ketika kebiasaan itu berubah, keluarga dan sesama nelayan mulai khawatir terhadap keselamatannya.

Selain pencarian mandiri oleh nelayan, pihak desa juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada camat dan pihak terkait untuk mendapatkan dukungan pencarian lebih lanjut.

Terpisah, Kapolsek Takisung AKP Duki membenarkan adanya laporan nelayan yang belum kembali dari laut tersebut. 

Ia menyebut kekhawatiran keluarga muncul karena biasanya nelayan tersebut sudah kembali sebelum tengah hari.

“Biasanya sebelum tengah hari sudah datang, jadi keluarga khawatir,” ujarnya singkat.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.