SIMPANG RENGGIANG, BABEL NEWS - Yayasan Tarsius Center Indonesia (YTCI) melakukan rehabilitasi lahan kritis di kawasan wisata Tebat Rasau, Desa Lintang, Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur, Kamis (28/1).
Kegiatan ini dilakukan dengan penanaman 16 jenis tanaman rempah lokal di lahan kritis seluas lima hektare, dengan melibatkan Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar, komunitas lokal, dan masyarakat sekitar.
Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Program SOLUSI yang dijalankan YTCI di tiga desa di Kabupaten Belitung Timur, yakni Desa Lintang, Desa Simpang Tiga, dan Desa Gantung.
Program Manager SOLUSI YTCI, Ade Afrilian Saputra, mengatakan rehabilitasi lahan kritis di Desa Lintang difokuskan pada tanaman rempah yang selama ini dekat dengan kehidupan masyarakat. "Kami mengajak semua kalangan, termasuk pemerintah daerah, untuk melakukan rehabilitasi lahan kritis di Desa Lintang. Targetnya lima hektare dengan 16 jenis bibit tanaman rempah lokal," ujar Ade Afrilian Saputra.
Ia menjelaskan, pemilihan tanaman rempah lokal bertujuan mengembalikan fungsi lahan agar kembali hijau, produktif, serta berkelanjutan. "Harapannya, kita bisa menghidupkan kembali kelekak-kelekak seperti dulu," katanya.
Adapun jenis tanaman yang ditanam antara lain pasak bumi, akar kuning, medang kalong, serta berbagai jenis rempah lokal lainnya yang masih banyak dimanfaatkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Ade Afrilian Saputra menambahkan, dalam Program SOLUSI rehabilitasi lahan kritis juga dilakukan di Desa Simpang Tiga, namun dengan pendekatan berbeda. "Di Desa Simpang Tiga nanti fokusnya pada tanaman kayu dan hutan. Sedangkan di Desa Gantung, saat ini masih proses pembibitan sekitar 18 ribu mangrove yang akan ditanam di Pantai Genting seluas lima hektare," jelasnya.
Selain rehabilitasi lahan, YTCI juga berencana mendukung pengembangan wisata Tebat Rasau dengan penyediaan perahu wisata (boat) agar pengunjung dapat mengeksplorasi Sungai Lenggang lebih jauh.
Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar mengapresiasi kolaborasi YTCI bersama komunitas lokal dalam upaya pemulihan lingkungan. "Kami dari pemerintah daerah mengapresiasi kolaborasi ini. Ini merupakan upaya nyata untuk merehabilitasi lahan yang sudah kritis dan semoga bisa berkelanjutan serta memberi manfaat bagi masyarakat," ujarnya. (dol)