Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Gadjah Mada (UGM) memberangkatkan 30 mahasiswa KKN PPM Peduli Bencana ke Aceh.
Mahasiswa dari 10 fakultas ini terbagi menjadi dua unit dan diterjunkan di Kabupaten Pidie Jaya serta Kabupaten Aceh Utara. Tim ini melakukan pengabdian masyarakat mulai 31 Januari hingga 1 Maret 2026.
Rektor UGM, Prof Ova Emilia, mengatakan penerjunan mahasiswa KKN PPM Peduli Bencana Sumatra merupakan bentuk komitmen UGM dalam merespon kondisi pascabencana melalui pengabdian kepada masyarakat.
Menurut dia, 30 mahasiswa yang mengikuti KKN Peduli Bencana merupakan mahasiswa tangguh yang pandai dan memiliki jiwa empati tinggi, sehingga memenuhi kriteria dalam membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana.
“Saling mengingatkan, saling membantu karena di tempat yang jauh, teman merupakan saudara kita. Kami semua berdoa untuk kesehatan dan keselamatan mahasiswa,” katanya.
Baca juga: SV UGM Kembangkan Budidaya Melon dengan Sistem Canggih Bernama FASTAN di Kulon Progo
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sujito, menjelaskan fokus kegiatan yang akan dilaksanakan mahasiswa KKN-PPM Peduli Bencana antara lain penyediaan air bersih, membantu menyiapkan penguatan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana.
“Program ini kita jadikan arena untuk meningkatkan nilai kemanusiaan,” jelasnya.
Ia menyebut mentalitas mahasiswa menjadi faktor penting dalam membantu masyarakat terdampak untuk pulih, melalui kreativitas, integritas, dan kepedulian mahasiswa.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM, Djarot Heru Santosa, menambahkan sebelum diterjunkan, mahasiswa telah mendapatkan pembekalan.
Pembekalan terdiri dari pembangunan Hunian Sementara (Huntara), sanitasi, energi, pengadaan listrik, dan psikososial.
Nantinya, pengabdian ini akan dilanjutkan dengan program KKN-PPM reguler yang akan dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus mendatang.
“KKN-PPM ini akan disusul dengan KKN reguler. Kami sudah menawarkan lokasi prioritas untuk Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh sehingga akan berkelanjutan,” imbuhnya. (*)