TRIBUNKALTARA.COM - Pertandingan Borussia Dortmund melawan Inter Milan di Liga Champions, Kamis (29/1/2026) lalu, menyisakan kesan mendalam bagi wonderkid milik tuan rumah.
Sosok yang dimaksud adalah Filippo Mane, pemain yang pada malam itu mengenakan nomor punggung 39 Borussia Dortmund.
Meski Dortmund kala itu kalah 0-2 dari Inter Milan, Filippo Mane mengukir kisahnya sendiri.
Laga tersebut menjadi kali pertama bagi Filippo Mane debut di Liga Champions.
Pemain kelahiran Italia berdarah Senegal itu juga tampil mencuri perhatian 81 ribu penonton yang memadati Signal Iduna Park.
Kisah tersebut seolah mimpi bagi Filippo Mane, lantaran ini juga kali pertamanya tampil di kandang Borussia Dortmund.
Pelatih Dortmund, Niko Kovac sebenarnya sudah memanggil Filippo Mane ke skuad senior sejak awal musim.
Namun, laga melawan Inter Milan adalah momentum tepat untuk menguji karakter Mane.
Bukan karena tim yang dihadapi Dortmund juga berasal dari Italia, melainkan Niko Kovac tak punya pilihan lain di lini belakang akibat badai cedera.
Waldemar Anton dan Niklas Sule masih menjalani perawatan, sehingga yang tersisa hanyalah Filippo Mane untuk menemani Nico Schlotterbeck.
Niko Kovac mempercayai Emre Can sebagai mentor Filippo Mane di lini belakang agar tak membuat kesalahan menghadapi serangan Inter Milan.
Benar saja, Mane langsung mencuri perhatian sejak peluit kick off dibunyikan. Tampil 89 menit di lapangan, ia berhasil menjadi pemain yang paling menonjol di pertandingan tersebut.
Baca juga: Rating Pemain Inter Milan usai Tumbangkan Dortmund di Liga Champions, Dimarco On Fire
Bahkan Inter Milan dibuat terpukau, mengingat ia sukses mematikan pergerakan Ange-Yoan Bonny.
Berdasarkan statistik, Mane sukses melepaskan 2 tekel, 4 sapuan dan intersep, serta 3 recoveries.
Ia juga melakukan masing-masing sekali blok dengan kepala maupun dan seluruh tubuhnya untuk menghalangi bola ancaman para pemain Nerazzurri.
Laga tersebut telah membangkitkan kepercayaan dirinya dan kesiapan menembus tempat utama di skuad Dortmund.
Musim ini, Mane telah memainkan 5 pertandingan bersama tim senior Dortmund, yang mayoritas hanya sebagai pengganti.
Tetapi berkaca dari penampilannya terbaru, Filippo Mane diprediksi bakal terus dipercaya mengisi satu tempat di lini belakang tim Kuning-Hitam.
Apalagi Inter Milan telah menandai talentanya, sebagai salah satu potensi penerus Francesco Acerbi di masa depan.
Filippo Mane adalah pemain keturunan Senegal, yang lahir di Magenta, Lombardia, jaraknya 20 km dari markas Inter Milan, Stadion Giuseppe Meazza.
Gazzetta dello Sport mencatat, ayahnya berasal dari Dakar, Senegal, yang datang ke Italia pada tahun 2000 dan menetap di Italia Utara.
Sejak usia empat tahun, Mane memang suka sepak bola dan terus bermain di posisi bek tengah.
Mane menghabiskan masa akademinya bersama tim Novara dan Sampdoria muda.
Baca juga: Hasil Liga Champions, Inter Milan dan Real Madrid ke Jalur Playoff, Barcelona Lolos Langsung
Bakatnya tercium Borussia Dortmund saat mengikuti turnamen di Duisburg, Jerman, bersama timnas Italia muda.
Pada 2022 saat usianya masih 16 tahu, Filippo Mane memulai petualangannya bersama tim U19 Dortmund setelah didatangkan dari Sampdoria.
Januari 2025 lalu, Filippo Mane menandatangani kontrak profesional pertamanya, dan diikat hingga 2028.
Di Dortmund saat ini, adaptasi Filippo Mane terbilang cukup baik, karena dia tidak sendirian di Jerman.
Ada dua rekan lainnya yang juga berasal dari Italia dan saat ini bermain di tim muda Dortmund, yakni, bek tengah Luca Reggiani dan gelandang kreatif Samuele Inacio.
Biodata Filippo Mane:
Nama: Filippo Calixte Mane
Kelahiran: Magenta, 8 Maret 2005
Usia: 20 tahun
Tinggi: 188cm
Negara: Italia
Posisi: Bek tengah
Kaki terkuat: kanan
Karier:
2025 - Borussia Dortmund
2022-2024 - Borussia Dortmund II
2019-2022 - Sampdoria Youth
2019 - Novara Youth
(*)
TribunKaltara.com / Cornel Dimas Satrio K