Empat Keracunan Massal di Baruh Tabing HSU, Korban Mual-mual hingga BPOM Turun Tangan
February 01, 2026 11:43 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Beberapa fakta kejadian keracunan massal di Desa Baruh Tabing Hulu Sungai Utara, Minggu (1/2/2026).

Para korban mengalami mual-mual hingga akhirnya dilarikan ke RS Pambalah Batung Amuntai.

Kejadian ini cukup menghebohkan, jumlahnya yang cukup banyak sehingga membuat rumah sakit cukup ramai.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian keracunan massal diduga dari minuman dingin es buah.

Baca juga: Beri Apresiasi Atlet NPC HSU Usai Ikuti ASEAN Para Games, Begini Bentuknya

Baca juga: Lowongan Kerja Berbagai Sektor Industri di Banjarmasin, Dibutuhkan Posisi Sales Promoter

  1. Penyebab Keracunan Diduga dari Minuman Dingin

Belum dirinci penyebab pasti keracunan massal. Namun beredar kabar karena mengonsumsi minuman dingin di pesta hajatan perkawinan.

Keracuan massal ini dialami sejumlah orang baik dewasa dan anak-anak.

Mereka mengeluhkan sakit perut, mual-mual dan bahkan kabarnya ada yang muntah-muntah.

Mendapati hal ini warga yang diduga keracunan massal ini pun dilarikan ke RSUD Pembalah Batung untuk pengobatan.

2. Langsung Diuji Laboratorium 

Kasus keracunan massal jadi perhatian serius hingga sampel langsung diuji laboratorium oleh Dinkes HSU dan BPOM wilayah Tabalong.

Beberapa makanan lainnya juga diambil sampel untuk memastikan sumber atau penyebab keracunan warga.

Tim BPOM wilayah Tabalong pun datang ke lokasi. Selain mengecek makanan, mereka juga datang ke RSUD Pambalah Batung untuk melihat kondisi korban.

3. Korban Mencapai 128 Orang

Sementara itu, di RSUD Pambalah Batung, Kapolsek Banjang, AKP Robby turun langsung memastikan kondisi kesehatan para korban dan mendapat perawatan medis.

Merujuk data yang disampaikan oleh Kapolsek Banjang, sebanyak 83 orang sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Pambalah Batung. 

Selain itu, pasien yang berada di Puskesmas Banjang berjumlah, 25 orang terdiri dari empat orang anak-anak, 20 pasien perempuan, satu laki-laki dan satu orang ibu hamil yang semuanya sudah boleh pulang.

Di sisi lain, Kapolsek Banjang juga mengimbau kepada pemilik hajatan agar lebih memperhatikan kualitas dan kebersihan bahan makanan yang disajikan kepada masyarakat.

Terkait kejadian ini pula, pihak kepolisian masih melakulan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti insiden keracunan tersebut, sembari menunggu hasil sampel makanan yang diambil oleh tim kesehatan dan BPOM.

Dilaporkan sebanyak 128 orang yang mengalami keracunan.

3. BPOM Turun Tangan

BPOM wilayah Tabalong sambangi RSUD Pambalah Batung, Amuntai usai mendapat laporan adanya puluhan warga yang keracunan makanan pada acara resepsi perkawinan di Desa Baruh Tabing, Kecamatan Banjang, Kabupaten Balangan, Minggu (1/2/2026).

Kepala BPOM Wilayah Tabalong, Taufiqurrohman secara langsung meninjau kondisi warga yang dilaporkan keracunan.

Ia berkomunikasi dengan korban di IGD dan di rawat inap. Bahkan Taufik juga mendatangi rumah warga yang menggelar acara resepsi untuk memastikan penyebab keracunan massal tersebut.

Dari hasil pantauannya, semua korban yang mengalami keracunan sudah tampak dalam kondisi aman dan mendapat penanganan yang baik oleh pihak rumah sakit. 

Bahkan sebagian besar sudah boleh pulang.

"Info terakhir, dari 128 warga yang dirujuk, 120 orang sudah boleh pulang, jadi tinggal delapan orang yang masih dalam perawatan, namun Insyaallah kondisinya juga aman," tambahnya.

4. Es Dibuat dari Air Mentah

Berdasarkan hasil skrining melalui wawancara dengan satu persatu pasien yang mengalami keracunan, Taufiq menyampaikan bahwa gejala muncul setelah mereka mengkonsumsi menu es buah.

"Dari indikasi kami, kuatnya ada pada es buah, karena semua korban mengaku mengonsumsi es buah dan gejalanya muncul cepat sekali, tidak sampai 30 menit, kemudian mereka langsung merasa mual dan muntah," jelas Kepala BPOM Wilayah Tabalong, Taufiq.

Beberapa sampel yang turut diamankan dari lokasi hajatan di antaranya menu sop dan soto yang langsung dilakukan skrining di lapangan. Namun indikasi kuat yakni pada es buah.

Dari hasil skrining pula kata Taufiq akhirnya diketahui bahwa es batu yang digunakan untuk es buah tersebut tidak melewati proses dimasak, melainkan air PDAM yang langsung dijadikan es batu.

Pihaknya juga masih melakukan uji sampel di Lab BPOM Tabalong dan Banjarbaru untuk memastikan bakteri apa saja yang ada dalam kandungan es tersebut.

Menurut Taufiq hal ini harus menjadi edukasi agar ke depannya tidak terjadi kejadian serupa. Menghindari penggunaan air mentah sebelum dikonsumsi oleh masyarakat. Ia menyarankan agar masyarakat selalu memasak air terlebih dahulu sebelum menjadikannya es batu untuk memastikan kebersihan dari air tersebut.

Pada kondisi ini jelasnya, BPOM bertugas untuk memantau keracunan pangan dan selanjutnya melakukan investigasi untuk memastikan tidak ada lagi kasus yang sama di masa depan. 

Selain itu, pihaknya melakukan uji sampel yang nantinya hasil dari pengujian tersebut akan direkomendasikan ke pemerintah daerah sekaligus edukasi ke masyarakat dan berkoordinasi dengan Dinkes untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait keamanan pangan.(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.