Lebih dari 20 siswa di Telangana, India, keracunan setelah menyantap makan siang gratis di sekolah, diduga akibat makanan sisa yang dipanaskan kembali.
SERAMBINEWS.COM, NEWDELHI – Insiden keracunan makanan kembali mencoreng program makan siang gratis di India.
Lebih dari 20 siswa sekolah dasar di negara bagian Telangana, India selatan, jatuh sakit setelah menyantap makan siang yang disediakan pemerintah.
Kasus ini menambah daftar panjang kontaminasi makanan dalam program ambisius yang bertujuan meningkatkan gizi dan angka kehadiran anak sekolah.
Peristiwa terjadi pada Kamis (29/1/2026), di Sekolah Dasar Mandal Parishad, Desa Venkatapur, Distrik Sangareddy.
Sebanyak 42 anak mengonsumsi nasi dan sambal yang disajikan sebagai makan siang.
Tak lama kemudian, 22 di antaranya mengalami gejala keracunan seperti sakit perut, mual, dan muntah.
Baca juga: Dana Program Makan Siang Gratis Diduga Terjadi Penggelapan, Ada Pemotongan Rp 2.500 Per Porsi
Mereka segera dilarikan ke Rumah Sakit Pemerintah Narayankhed untuk mendapatkan perawatan medis.
Menurut keterangan polisi setempat, dugaan awal menyebutkan bahwa staf dapur sekolah memanaskan kembali makanan sisa dari sebuah acara lokal dan menyajikannya kepada siswa.
Tindakan ini diduga menjadi penyebab utama kontaminasi.
Pemerintah daerah segera meluncurkan penyelidikan.
Seorang staf yang terlibat dalam penyajian makan siang langsung diberhentikan dari jabatannya.
Selain itu, Pejabat Pendidikan Distrik mengeluarkan surat peringatan kepada kepala sekolah atas dugaan kurangnya pengawasan terhadap persiapan makanan.
Langkah ini diambil untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, sekaligus menegaskan pentingnya standar kebersihan dalam program makan siang gratis.
Baca juga: ‘Dimakan Bareng Ibu’ Kisah Murid SD Bawa Pulang Makan Siang Gratis, Tak Ingin Makan Enak Sendirian
India memiliki salah satu program makan siang gratis terbesar di dunia.
Program ini menyediakan makanan bergizi untuk 120 juta anak di lebih dari satu juta sekolah pemerintah.
Tujuannya adalah meningkatkan gizi anak, mendorong angka pendaftaran sekolah, serta menekan angka putus sekolah.
Namun, program ini kerap menghadapi masalah serius.
Pada 2022, tercatat 979 kasus keracunan makanan di sekolah.
Pada 2025, Komisi Hak Asasi Manusia India bahkan meluncurkan penyelidikan setelah lebih dari 100 anak jatuh sakit akibat makanan siang yang terkontaminasi oleh ular mati di Bihar.
Baca juga: Media Singapura Sorot 5 Program Prioritas Presiden Prabowo: Makan Siang Gratis hingga Kesehatan
Insiden keracunan massal akibat program makan siang gratis juga pernah terjadi di Indonesia.
Tahun lalu, lebih dari 5.000 anak sekolah dilaporkan jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan gratis yang disediakan di bawah program Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan pemberian makanan bergizi gratis bagi 80 juta anak sekolah.
Kasus di Telangana menjadi pengingat bahwa program makan siang gratis, meski memiliki tujuan mulia, membutuhkan pengawasan ketat dan standar kebersihan yang tinggi.
Tanpa itu, risiko kontaminasi dapat mengancam kesehatan jutaan anak yang seharusnya dilindungi oleh program ini.(*)