TRIBUNNEWS.COM, ABU DHABI - Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri akan menjad pembicara utama dalam Majelis Persaudaraan Manusia Internasional atau International Human Fraternity Majlis, di Museum Nasional Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa (3/2/2026).
Dalam forum ini, Megawati akan berbicara topik seputar kepemimpinan perempuan.
Di forum ini Megawati akan bersanding bersama sejumlah pemimpin perempuan dunia, seperti Ibu Negara Libanon Nehmat Aoun, Ibu Negara Pakistan Aseefa Bhutto Zardari, Ibu Negara Kolombia Veronica Alcocer Garcia dan sejumlah tokoh lainnya.
Baca juga: Tiba di Abu Dhabi, Megawati Disambut Menteri Negara UEA: Berdialog Soal Cucu hingga Bung Karno
Putri dari Presiden RI pertama Ir. Soekarno ini sudah tiba di Bandara Al Bateen, Abu Dhabi pada Minggu (1/2/2026) sore waktu setempat atau Minggu malam WIB.
"Ibu Megawati diundang oleh panitia Zayed Award untuk menghadiri serangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Zayed Award mulai dari tanggal 3 Februari, di mana Ibu Mega akan diminta tampil sebagai pembicara utama di dalam Majelis Zayed Award," kata Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah di Bandara Al Bateen, Abu Dhabi, Minggu.
Majelis Persaudaraan Manusia Internasional ini diselenggarakan untuk memperkuat dialog tentang koeksistensi global sekaligus mempromosikan nilai-nilai persaudaraan antarmanusia.
Forum global kemanusiaan ini sering diadakan di sekitar peringatan Hari Internasional Persaudaraan Manusia yang jatuh pada 4 Februari.
Sejumlah poin dalam International Human Fraternity Majlis ini diantaranya, bertujuan untuk mendorong dialog antaragama, memperkuat hubungan kemanusiaan, melawan ekstremisme, dan mempromosikan toleransi serta saling menghormati.
Fokus pembahasan dalam majelis ini mencakup topik soal kepemimpinan, pemberdayaan perempuan, perlindungan tempat ibadah, dan pelestarian lingkungan.
Gelaran ini kerap menghadirkan tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang mulai dari pemimpin agama, pemimpin politik, pemenang Nobel, dan perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membahas solusi atas tantangan global.
Adapun majelis ini berakar dari penandatanganan Document on Human Fraternity (Dokumen Persaudaraan Manusia) oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed el-Tayeb, di Abu Dhabi pada 4 Februari 2019 silam.
Setelah itu, Megawati akan menghadiri acara penganugerahan Zayed Award 2026 yang merupakan penghargaan independen dan internasional tahunan atas individu atau entitas di seluruh dunia yang mampu memberi contoh kolaborasi tanpa pamrih dalam menjembatani perpecahan seraya menciptakan hubungan antarmanusia.
Kehadiran Megawati dalam forum ini lantaran Presiden ke-5 RI tersebut pernah menjadi dewan juri Zayed Award Tahun 2024.
Kala itu Megawati menjadi dewan juri bersama sejumlah tokoh, yakni Sekjen Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), Rebeca Grynspan Mayufis; Ketua Komisi AS untuk Kebebasan Beragama Internasional, Rabi Abraham Cooper; eks Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova; Sekjen Zayed Award For Human Fraternity, Mohamed Abdelsalam; dan Pemimpin Prefektur Emeritus dari Dikasteri Tahta Suci untuk Gereja Oriental, Kardinal Leonardo Sandri.
Pada tahun tersebut, dua organisasi keagamaan terbesar Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, berhasil menjadi pemenang dalam kategori organisasi kemasyarakatan atau civil society organization.
"Kemudian tanggal 4 akan dilaksanakan prosesi pengumuman dan pemberian hadiah bagi pemenang Zayed Award tahun 2025 yang akan diserahkan pada tahun 2026 ini, dan juga akan menghadiri diskusi roundtable yang akan dihadiri oleh tokoh-tokoh dunia yang diundang oleh panitia Zayed Award ini," kata Basarah.
Rangkaian Agenda Megawati di UEA
Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri akan berada di UEA selama tujuh hari.
Megawati bakal menghadiri sejumlah acara, seperti menghadiri rangkaian agenda yang digelar Zayed Award for Human Fraternity (ZAHF) seperti Zayed Award 2026 Annual Ceremony, Guest Of Honour Gala Dinner dan Zayed Award Roundtable Meeting.
Adapun selain sejumlah rangkaian agenda ZAHF, Megawati juga akan menjadi pembicara dalam Majelis Persaudaraan Kemanusiaan Internasional atau International Human Fraternity Majlis, dengan membahas topik seputar kepemimpinan perempuan.
Di forum ini Megawati akan bersanding bersama sejumlah pemimpin perempuan dunia, seperti Ibu Negara Libanon Nehmat Aoun, Ibu Negara Pakistan Aseefa Bhutto Zardari, Ibu Negara Kolombia Veronica Alcocer Garcia dan sejumlah tokoh lainnya.
Kemudian Presiden ke-5 RI akan bertemu dan berdialog dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan.
F