BMKG Maritim Pontianak baru-baru ini merilis kondisi prakiraan pasang surut air laut yang kembali berpotensi terjadi pada periode 1-5 Februari 2026.
Kepala BMKG Maritim Pontianak, Raden Eko Sarjono mengatakan, puncaknya akan terjadi pada tanggal 2 Februari 2026.
"Diprakirakan setinggi 1.7 meter hingga 2 meter, dan puncaknya besok," katanya kepada TribunPontianak.co.id, Minggu 1 Februari 2026.
Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan siapa terhadap dampak yang mungkin saja terjadi, terutama bagi masyarakat yang berada di bantaran Sungai.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Warga bantaran Sungai Kapuas di Kota Pontianak harap waspada hari ini, Senin 2 Februari 2026.
BMKG Maritim Pontianak baru-baru ini merilis kondisi prakiraan pasang surut air laut yang kembali berpotensi terjadi pada periode 1-5 Februari 2026.
Kepala BMKG Maritim Pontianak, Raden Eko Sarjono mengatakan, puncaknya akan terjadi pada tanggal 2 Februari 2026.
"Diprakirakan setinggi 1.7 meter hingga 2 meter, dan puncaknya besok," katanya kepada TribunPontianak.co.id, Minggu 1 Februari 2026.
Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan siapa terhadap dampak yang mungkin saja terjadi, terutama bagi masyarakat yang berada di bantaran Sungai.
Baca Selengkapnya
2. Pemkab Kubu Raya Siap Cabut Izin Pangkalan Gas LPG Subsidi yang Nakal
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Bupati Kubu Raya, Sujiwo mengatakan tidak akan menoleransi pangkalan LPG bersubsidi yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp18.500.
Dirinya juga menyebutkan akan memberikan sanksi tegas berupa pencabutan izin jika pangkalan yang terbukti melanggar aturan.
Menurutnya, penjualan gas LPG subsidi yang tinggi atau di atas harga eceran tertinggi, akan menimbulkan berbagai dampak.
“Tidak hanya masyarakat yang dirugikan, tapi kalau ketahuan, pangkalan juga akan kena imbasnya," kata Sujiwo, Minggu 1 Februari 2026.
Untuk itu, ia menyatakan akan memberi sanksi berupa pencabutan izin usaha pangkalan yang melanggar aturan.
Baca Selengkapnya
3). Dampak Kemarau, PDAM Tirta Muare Ulakan Sambas Akui Penurunan Debit Air ke Pelanggan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Musim kemarau mempengaruhi penurunan debit air yang didistribusikan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Muare Ulakan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Minggu 1 Februari 2026.
PJ Direktur Perumda Tirta Muare Ulakan Sambas, Karno mengatakan, musim kemarau sumber bahan baku air terdampak penurunan terjadi di sumber air Gunung Pencarek, Sajingan Besar. Sehingga terjadi penurunan debit air bersih ke pelanggan.
"Sumber yang paling terdampak sejauh ini wilayah Sambas yang menggunakan sumber air baku Gunung Pencarek Kecamatan Sajingan," kata Karno.
Karno menjelaskan, dampak ini dikarenakan mengalami penurunan debit air sehingga mempengaruhi pendistribusian air melalui pompanisasi menjadi tidak optimal.
Sementara di Kecamatan Sebawi, bahan baku air masih normal.
Baca Selengkapnya
4). Kronologi Tragis Wanita di Desa Sentebang Sambas Meninggal Dunia Tersambar Petir saat Panen Padi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Nasib tragis menimpa seorang wanita berinisial WDM (22) warga Desa Sentebang, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Ia menjadi korban sambaran petir.
Kejadian itu terjadi saat ia sedang panen padi di Dusun Sentebang Timur pada Sabtu 31 Januari 2026.
Kronologi diungkap sang ibu, N.
N menyebut kejadian sang anak tersambar petir pada pukul 05.40 WIB.
Baca Selengkapnya
5). Misteri Ibu di Jl Parit Haji Muksin 2 Kubu Raya Ditemukan Pingsan dengan Luka, Saat Bangun Tas Raib
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Seorang ibu rumah tangga bernama Mira (49) baru saja mengalami kejadian misterius.
Dimana ia diduga menjadi korban pencurian.
Anehnya, ia ditemukan dalam kondisi pingsan dengan sejumlah luka di tubuhnya.
Tidak diketahui kapan kejadian itu menimpa Mira, namun sejumlah pihak menduga terjadi baru-baru ini.
Saat ditemui, Mira mengaku tidak mengingat secara jelas kejadian yang dialaminya.
Baca Selengkapnya
6). Kronologi Lengkap Kecelakaan Tunggal Maut di Jalan Raya Bodok–Sanggau, Satu Pemotor Tewas di TKP
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Seorang pengendara sepeda motor berinisial S (39) tewas usai terlibat kecelakaan tunggal di Jalan Raya Bodok–Sanggau, Dusun Rantau Prapat, Desa Sebarra, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Sabtu 31 Januari 2026 sekitar pukul 13.00 WIB.
S disebut tewas usai motornya oleng dan menabrak pohon sawit.
Anggota Polsek Parindu mendapati S dalam kondisi meninggal dunia serta motor yang ia kendarai rusak parah di bagian depan.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, yakni RA dan M. Kecelakaan terjadi saat korban melaju dari arah Bodok menuju Sanggau.
Sepeda motor yang dikendarai korban berada di posisi terdepan dan melaju dengan kecepatan cukup tinggi.
Baca Selengkapnya
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!