TRIBUNTRENDS.COM - Suderajat (49) penjual es gabus asal Bogor, Jawa Barat viral setelah difitnah dua oknum aparat, awalnya tuai simpati kini justru banyak dicibir.
Cibiran terhadap Suderajat itu muncul setelah ia sering ketahuan berbohong ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Jawaban yang diberikan Suderajat sering kali tidak sesuai dengan fakta yang ada.
Misalnya saja soal rumah kontrakan, Suderajat sempat bilang ke Dedi Mulyadi ia sudah 19 tahun tinggal di rumah kontrakan.
Faktanya, Suderajat ternyata punya rumah pribadi yang merupakan warisan dari orangtuanya.
Tak hanya soal rumah, Suderajat juga sempat berbohong soal hal lainnya.
Baca juga: Deddy Corbuzier dan KDM Bersatu Bongkar Kedok Ngelunjak Suderajat Pedagang Es Gabus: Aduh Kacau
Namun ternyata, bukan tanpa alasan Suderajat bersikap demikian.
Hal ini rupanya berkaitan dengan kondisi mentalnya.
Ada indikasi jika Suderajat memang penyandang disabilitas.
Informasi tersebut disampaikan oleh Camat Bojonggede, Bogor, Tenny Ramdhani.
Kepada Dedi Mulyadi, Suderajat mengaku tinggal di rumah kontrakan dan menunggak sewa selama empat bulan.
Tenny menegaskan, Suderajat bukan tinggal di kontrakan karena tidak memiliki rumah, melainkan karena rumahnya sedang direhabilitasi melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
“Dari hasil asesmen, Pak Suderajat sebagai warga kategori miskin. Dia memang punya rumah sendiri."
"Tapi saat ini rumahnya rusak dan sedang diperbaiki oleh Pemkab melalui program Rutilahu itu, sehingga dia tinggal sementara di kontrakan,” ujar Tenny kepada Kompas.com, Jumat (30/1/2026).
Tenny menjelaskan, proses rehabilitasi rumah Suderajat mulai berjalan sejak Desember 2025.
Baca juga: Suderajat Penjual Es Gabus Kecewa ke Kapolres Metro Depok Gegara Beri Bantuan Motor: Maunya Mobil
Ditambah lagi, rumah tersebut juga sempat roboh akibat bencana hujan dan angin kencang awal tahun 2026.
Sejak saat itu, kata Tenny, Suderajat bersama keluarganya tidak lagi menempati rumahnya sendiri.
Tenny menilai, polemik yang berkembang di media sosial muncul akibat informasi yang tidak utuh mengenai kondisi Suderajat.
Di tengah cemoohan publik dan beredarnya berbagai rumor kebohongan, Tenny menyebut hasil asesmen lintas instansi menemukan indikasi disabilitas pada Suderajat dan istrinya.
Kondisi itu diduga berkaitan dengan gangguan mental pascatrauma, sehingga kemampuan komunikasi verbal keduanya cukup terbatas.
"Lalu kemudian terkait banyak rumor tentang Pak Suderajat, mungkin jawabannya ketika ditanya (Dedi Mulyadi dalam video) selalu berubah-ubah dan terkesan seperti berbohong. Hasil dari asesmen kami, itu terdapat indikasi disabilitas, baik pada Pak Suderajat maupun istrinya," katanya.
"Apalagi kondisi istrinya bahkan terlihat lebih parah," sambungnya.
Ia menambahkan, keterangan dari Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) setempat juga menunjukkan adanya keterbelakangan secara psikologis dan mental pada Suderajat.
Kondisi itu diduga sudah ada sebelumnya dan diperparah oleh tekanan trauma setelah difitnah aparat.
Ditambah lagi banyak orang yang mendatangi rumahnya.
"Kami baru bicara indikasi, ya. Tapi yang terlihat jelas itu istrinya," katanya. Bahkan Suderajat pun ketika diajak komunikasi oleh ketua RT dan RW di lingkungan sekitarnya terindikasi ada keterbelakangan secara psikologis dan mental.
Baca juga: Dari Simpati Jadi Kontroversi, Tabir Kebohongan Suderajat Pedagang Es Gabus ke Dedi Mulyadi
"Jadi Pak Suderajat itu memiliki disabilitas dan memerlukan perhatian khusus memang. Serta tekanan setelah kejadian (trauma) dan banyaknya orang datang ke rumah saat itu (gak terbiasa ketemu orang banyak)" bebernya.
Sementara itu, Sekretaris Camat Bojonggede, Elvinila Hartini mengungkap bantuan yang diterima oleh Suderajat.
Elvinila menjelaskan, renovasi rumah Suderajat menggunakan anggaran tahun 2025, agar pedagang es gabus dan keluarganya memiliki hunian yang layak.
Selama renovasi berlangsung, Suderajat tinggal di rumah kontrakan.
"Terima kasih Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati sudah merenovasi rumahnya dengan rutilahu yang tahun anggaran tahun 2025," katanya, dilansir TribunnewsBogor.com.
Kemudian, dua anaknya yang sebelumnya putus sekolah, kini bisa melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat.
Mereka juga diberi bantuan seragam dan seluruh perlengkapan sekolah.
"Dan anak-anaknya ada tiga orang anak tidak sekolah, kami usahakan untuk masuk sekolah. Dan mereka harus mengenyam pendidikan sampai tuntas," katanya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Kecamatan maupun Dinas Sosial, juga memberi bantuan stok bahan makanan untuk Suderajat dan keluarga.
Berdasarkan penelusuran Tribunnews, Suderajat mendapat sejumlah bantuan yang jumlahnya mencapai Rp110 juta. (Tribun Trends/Tribun Medan)