TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Kondisi bangunan SD YPK Wagura di Distrik Kuri, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, menjadi sorotan masyarakat setempat.
Sekolah beserta perpustakaannya dilaporkan dalam keadaan rusak dan hampir ambruk.
Seorang warga melalui akun Facebook bernama PNN (inisial red) mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi tersebut.
Ia menceritakan sempat bertanya kepada salah satu guru mengenai keselamatan anak-anak saat belajar di sekolah.
“Tidak takutkah dengan sekolah dan perpustakaan yang sudah hancur begini? Kalau angin kencang, bukankah berbahaya bagi anak-anak?” tulisnya.
Menanggapi hal itu, seorang guru di SD YPK Wagura menyampaikan bahwa pihak sekolah sudah lama menunggu bantuan perbaikan.
“Kami hanya bisa berdoa dan berharap agar anak-anak tetap bisa belajar dengan aman,” ujarnya.
Baca juga: Henry Kapuangan Dengar Keluhan Warga Soal Guru-guru yang "Hilang" di SDN Warganusa II Teluk Bintuni
Karena khawatir dengan keselamatan, PNN bahkan memutuskan untuk menjemput anak-anak pulang lebih awal ketika angin kencang melanda.
Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian.
“Kami anak pelosok sangat membutuhkan bantuan agar bisa belajar dengan aman dan nyaman, tidak di bawah ancaman bangunan yang ambruk,” tambahnya.
Respons Dinas Pendidikan
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Teluk Bintuni, Henry Kapuangan, memastikan bahwa pembangunan gedung sekolah dan kantor SD YPK Wagura sudah masuk dalam perencanaan tahun 2026.
“Tahun ini gedung sekolah bersama kantornya akan dibangun. Mohon keluarga dan orang tua bersabar, kita benahi pendidikan agar dapat dinikmati secara objektif,” jelas Henry saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).
Ia menegaskan bahwa SD YPK Wagura telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan pendidikan di Teluk Bintuni.
“Terima kasih atas informasi dan perhatian masyarakat. Mari kita sama-sama berdoa agar proses pembangunan berjalan lancar,” tutupnya.