Fakta Awal Kematian Mahasiswi UNIB Asal Papua di Jalan Gedang Bengkulu
February 02, 2026 03:53 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Seorang mahasiswi Universitas Bengkulu (UNIB) asal Papua ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya di kawasan Jalan Gedang, Kota Bengkulu.

Korban ditemukan dalam kondisi kamar terkunci dari dalam, sehingga mengundang perhatian warga dan aparat kepolisian yang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

Mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Bengkulu itu ditemukan pada Minggu (1/2/2026) sore yang sempat menghebohkan warga. 

Korban diketahui bernama Orlina Renata Klouwwarga, mahasiswi PGSD Universitas Bengkulu asal Papua.

Peristiwa mahasiswi PGSD Universitas Bengkulu ditemukan meninggal ini terjadi di sebuah kamar kos yang berada di Kelurahan Jalan Gedang, Kota Bengkulu. 

Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh teman satu kampus korban yang merasa curiga karena Renata tidak dapat dihubungi sejak beberapa waktu sebelumnya.

Baca juga: 2 Anggota Polisi di Bengkulu Tengah Ditangkap karena Memeras Warga saat Bertugas di PT RAA

Menurut informasi yang dihimpun, sebelum kejadian, teman korban sempat mengirimkan pesan singkat kepada Renata dengan maksud mengajak makan bersama. 

Namun pesan tersebut tidak kunjung mendapat balasan, kondisi tersebut menimbulkan kecurigaan karena Renata dikenal sebagai sosok yang aktif berkomunikasi dan jarang mengabaikan pesan dari teman dekatnya.

Merasa khawatir, teman korban kemudian memutuskan untuk mendatangi kamar kos Renata secara langsung. 

Setibanya di lokasi, pintu kamar korban dalam keadaan tertutup rapat, teman korban sempat menggedor pintu kamar beberapa kali, namun tidak ada respons dari dalam kamar.

Karena tidak mendapat jawaban dan khawatir terjadi sesuatu, pintu kamar kos akhirnya dibuka secara paksa dengan bantuan warga sekitar. 

Saat pintu terbuka, Renata ditemukan tergeletak di atas tempat tidur dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Posisi korban saat ditemukan cukup menyita perhatian, korban berada di atas kasur sambil memeluk bantal guling, dengan posisi dahi menempel pada bantal tersebut. 

Melihat kondisi itu, warga sekitar bersama Ketua RT setempat segera memberikan pertolongan.

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Kabar mahasiswi PGSD Universitas Bengkulu ditemukan meninggal ini kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. 

Penyidik Polresta Bengkulu langsung melakukan langkah awal dengan mendatangi lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit

PS Kanit Pidum Satreskrim Polresta Bengkulu Iptu Revi Hari Sona membenarkan adanya peristiwa tersebut. 

Ia mengatakan bahwa setelah jasad korban ditemukan dan dibawa ke rumah sakit, pihak kepolisian langsung menghubungi keluarga korban yang berada di Papua.

"Setelah jasad korban ditemukan dan dibawa ke rumah sakit, penyidik langsung berkomunikasi dengan pihak keluarga korban," ujar Revi saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com, Senin (2/2/2026).

Revi mengungkapkan bahwa sempat muncul wacana untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. 

Namun, setelah dilakukan koordinasi lebih lanjut, pihak keluarga korban memutuskan untuk menolak autopsi.

"Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi," ungkap Revi

Penolakan autopsi tersebut, kata Revi, telah disampaikan secara resmi kepada penyidik Polresta Bengkulu. 

Keluarga korban hanya mengajukan permintaan agar jenazah anak mereka segera diformalin dan dipulangkan ke kampung halaman di Papua.

"Pihak keluarga hanya meminta agar jenazah diformalin dan dikirim ke Papua," singkat Revi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.