‎Waspada Peredaran Virus Nipah, Dinkes Boyolali Ingatkan Masyarakat Masak Daging hingga Matang ‎
February 02, 2026 05:12 PM

‎Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

‎TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Virus Nipah.

Dinkes mengimbau masyarakat untuk memastikan masakan berbahan dasar daging sudah benar-benar matang sebelum dikonsumsi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Boyolali, Teguh Tri Kuncoro, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus Virus Nipah di wilayah Kabupaten Boyolali.

“Belum ada laporan kasus Virus Nipah di Boyolali. Tren demam selama Januari juga masih stabil,” ujar Teguh kepada wartawan, Senin (2/2/2026).

Bahaya dan Gejala Virus Nipah

Teguh menjelaskan bahwa Virus Nipah tergolong berbahaya karena dapat menyebabkan penyakit berat, termasuk peradangan otak yang berisiko mengancam nyawa.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, serta nyeri tenggorokan.

“Penularan biasanya terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi seperti kelelawar dan babi, serta dari konsumsi daging yang tidak dimasak dengan baik,” jelasnya.
Langkah Antisipasi Dinkes Boyolali

DAGING - Ilustrasi makanan dengan bahan daging, beberapa waktu lalu. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Virus Nipah, dengan memastikan memasak daging hingga matang.
DAGING - Ilustrasi makanan dengan bahan daging, beberapa waktu lalu. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Virus Nipah, dengan memastikan memasak daging hingga matang. (TRIBUNSOLO.COM/Andreas Chris)

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Boyolali akan mengeluarkan surat kewaspadaan ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui media sosial.

Teguh mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menghindari kontak langsung dengan hewan berisiko serta memastikan daging dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi.

“Jika masyarakat mengalami gejala yang mengarah ke Virus Nipah, segera hubungi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan,” imbaunya.

Baca juga: Waspada Virus Nipah, Ahli Sebut Ada Potensi Masuk Indonesia, Kenali Gejala dan Penularannya

Pencegahan

Dinkes Boyolali memastikan akan melakukan pengawasan ketat terhadap kasus yang dicurigai serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna meningkatkan kewaspadaan dan upaya pencegahan.

“Kami mengajak masyarakat tetap tenang, namun waspada, serta mengikuti anjuran yang sudah disampaikan,” pungkas Teguh.

Virus Nipah adalah virus zoonotik (virus yang bisa menular dari hewan ke manusia) yang termasuk dalam keluarga Paramyxoviridae, genus Henipavirus.

Virus ini pertama kali teridentifikasi di Malaysia pada tahun 1998–1999, ketika terjadi wabah besar yang menyerang peternakan babi dan menular ke manusia.

Singkatnya, virus Nipah sangat berbahaya karena cepat menular dan bisa menyebabkan kematian tinggi, tapi penyebarannya bisa dicegah dengan langkah higienis dan pengawasan hewan.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.