Literasi keagamaan bukan hanya soal ketersediaan buku, tetapi menyangkut kualitas cara berpikir, memahami, dan mengamalkan agama
Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) memperkenalkan platform ELIPSKI (Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam) sebagai koleksi literasi keislaman dalam format digital dalam Cairo International Book Fair ke-57 di Mesir.
Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag Lubenah mengatakan keikutsertaan Kemenag dalam pameran buku internasional tersebut merupakan bagian dari penguatan literasi keagamaan.
“Literasi keagamaan bukan hanya soal ketersediaan buku, tetapi menyangkut kualitas cara berpikir, memahami, dan mengamalkan agama,” kata Lubenah dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan literasi keagamaan yang baik berperan dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pemahaman agama yang moderat dan kontekstual dapat tumbuh melalui akses terhadap bacaan keislaman yang beragam dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Inilah yang kami perkenalkan dalam forum literasi internasional seperti Cairo Internasional Book Fair (CIBF),” ujarnya.
Menurutnya, partisipasi Kemenag dalam CIBF juga dimanfaatkan untuk membangun jejaring dengan berbagai pihak. Kehadiran Indonesia di pameran buku tersebut, lanjutnya, membuka peluang kerja sama dengan penerbit, lembaga riset, dan institusi keagamaan dari berbagai negara.
“Kami ingin literasi keagamaan Islam Indonesia terhubung dengan ekosistem literasi global,” katanya.
Sementara itu Kepala Subdirektorat Kepustakaan Islam Kemenag Nur Rahmawati menjelaskan koleksi ELIPSKI diperkenalkan dalam bentuk cetak dan digital agar dapat diakses oleh pengunjung pameran.
“Di stan pameran, kami menampilkan buku, kitab, serta materi khotbah Jumat tematik, yang selama ini menjadi bagian dari layanan literasi keagamaan Kementerian Agama,” ujar Nur.
Ia menyebut koleksi ELIPSKI yang dipamerkan mencakup khazanah keislaman klasik hingga karya-karya tematik yang membahas isu kontemporer. Salah satu koleksi yang mendapat perhatian pengunjung adalah tema Ekoteologi Islam.
“Tema ekoteologi mendapat respons karena berkaitan dengan isu lingkungan yang menjadi perhatian global,” katanya.
Menurut Nur, respons pengunjung terhadap koleksi tersebut menunjukkan adanya ketertarikan terhadap gagasan keislaman yang membahas relasi manusia dan lingkungan. Ia menilai koleksi ELIPSKI dapat menjadi salah satu sumber rujukan dalam diskursus keislaman lintas negara.
Cairo International Book Fair merupakan ajang pameran buku terbesar di kawasan timur tengah. Dalam empat hari sejak dibuka, penyelenggara merilis satu juta warga Mesir dan negara Timur Tengah lainnya mengunjungi pameran yang digelar sejak 22 Januari hingga 3 Februari 2026.







