Kondisi Kesehatan Suderajat Pedagang Es Gabus Disebut Camat Alami Gangguan Mental: Bukan Bohong
February 02, 2026 05:32 PM

 

SURYA.co.id - Kasus Suderajat (49), pedagang es kue jadul atau es gabus asal Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat masih jadi sorotan.

Belakangan Suderajat kembali viral karena memberikan jawaban yang berubah-ubah hingga dituding berbohong kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani lantas buka suara tentang kondisi kesehatan Suderajat.

Menurut Tenny, Suderajat mengalami kondisi gangguan mental yang mempengaruhi komunikasinya.

Bukan Berbohong

Dalam sebuah video di kanal YouTube Dedi Mulyadi pada Rabu (28/1/2026), Suderajat mengaku tinggal di kontrakan seharga Rp800 ribu per bulan dan menunggak pembayaran.

Namun, Ketua RW setempat memberikan keterangan berbeda bahwa Suderajat sudah tinggal selama 19 tahun di rumah milik sendiri pemberian orang tuanya.

Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani, mencoba meluruskan kontradiksi tersebut. Ia membenarkan bahwa saat ini Suderajat memang tinggal di kontrakan, namun bukan karena tidak punya rumah.

"Dia memang punya rumah sendiri," kata Tenny, Jumat (30/1/2026) dikutip SURYA.co.id dari Kompas.com.

Tenny menjelaskan bahwa Suderajat diungsikan sementara ke kontrakan karena rumah aslinya sedang diperbaiki melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sejak Desember 2025 setelah sempat roboh akibat cuaca ekstrem.

Indikasi Disabilitas Mental dan Trauma

Tenny menyebutkan bahwa ucapan Suderajat yang berubah-ubah bukan didasari niat untuk menipu, melainkan karena kondisi kesehatan mentalnya.

Berdasarkan asesmen lintas instansi, ditemukan indikasi disabilitas pada Suderajat dan istrinya.

"Hasil dari asesmen kami, itu terdapat indikasi disabilitas, baik pada Pak Suderajat maupun istrinya. Apalagi kondisi istrinya bahkan terlihat lebih parah," ungkap Tenny.

Lebih lanjut, Tenny menjelaskan bahwa kondisi ini diperparah oleh gangguan mental pascatrauma setelah peristiwa dugaan penganiayaan yang dialami Suderajat.

Banyaknya orang asing yang datang ke rumahnya juga membuatnya merasa tertekan.

"Jadi Pak Suderajat itu memiliki disabilitas dan memerlukan perhatian khusus memang. Serta tekanan setelah kejadian (trauma) dan banyaknya orang datang ke rumah saat itu (gak terbiasa ketemu orang banyak)," tambahnya.

Pernyataan Suderajat Dituduh Berbohong

Sebelumnya, Dedi Mulyadi sempat menegur keras Suderajat karena beberapa poin keterangannya yang dianggap tidak jujur:

Soal Bantuan: Suderajat mengaku belum menerima sumbangan, padahal telah mendapatkan motor dan modal usaha dari Kapolres Metro Depok.

1. Biaya Sekolah: Mengaku menunggak Rp1,5 juta di sekolah negeri, namun ternyata anaknya bersekolah di swasta dengan biaya hanya Rp200 ribu per bulan.

2. Status Rumah: Mengaku ngontrak karena tidak punya uang, padahal memiliki rumah warisan di Bogor.

3. Uang Warisan: Mengaku hanya diberi Rp200 ribu oleh orang tuanya. Padahal, menurut Ketua RW, orang tuanya telah membelikan rumah senilai Rp35–40 juta di Bogor.

Mendengar fakta dari Ketua RW, Dedi Mulyadi sempat menyampaikan kekecewaannya.

"Babe bohong lagi ke saya. Ngomong ke saya cuma dikasih warisan Rp200 ribu, padahal dikasih rumah. Babe nggak masalah sama saya tapi Babe berdosa sama orang tuanya," ujar Dedi.

Banjir Bantuan

Meski sempat ada kesalahpahaman informasi, dukungan publik dan instansi terhadap Suderajat sangat luar biasa.

Berdasarkan data dari Ketua RW, total bantuan yang mengalir mencapai lebih dari Rp110 juta, yang meliputi:

1. Satu unit motor dan modal usaha dari Kapolres Metro Depok.

2. Bantuan Rutilahu senilai Rp18 juta (bahan bangunan) dan Rp2 juta (honor kuli).

3. Total Rp35 juta dari Dedi Mulyadi untuk biaya kontrakan dan honor tambahan kuli.

4. Bantuan tunai:Bidan Seruni (Rp10 juta)

5. Budi Amal TikTok (Rp25 juta)

6. Owner HOB (Rp10 juta)

7. Staf Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (Rp10 juta)

8. Hadiah umrah dari Aisar Khaled untuk Suderajat dan istrinya. (Tribunnews/Febri/Galuh/Kompas/Afdhalul Ikhsan)

Baca juga: Alasan Aiptu Ikhwan Dinyatakan Tak Aniaya Kakek Suderajat Pedagang Es Gabus, Beda dari Serda Heri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.