Nasib Nenek Saudah: Sempat Dianiaya usai Tolak Tambang Emas Ilegal di Sumbar dan Dikucilkan Warga
February 02, 2026 04:55 PM

- Keluarga nenek Saudah meyakini pelaku penganiayaan terhadap Saudah di Pasaman, Sumatera Barat, pada (1/1/2026) tidak hanya satu orang, meski polisi baru menetapkan satu tersangka berinisial IS.

Keyakinan itu disampaikan perwakilan keluarga dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XIII DPR RI, Senin (2/2/2026). Korban diduga tidak hanya dipukul, tetapi juga sempat diseret dan dibuang ke seberang sungai oleh para pelaku.

Saudah dianiaya seusai secara tegas menolak aktivitas penambangan emas ilegal di lahan miliknya. Tragisnya, setelah kejadian tersebut, ia justru dikucilkan dari masyarakat Dusun VI Lubuk Aro.

Pihak keluarga kini meminta pengusutan menyeluruh, penambahan tersangka, serta pendampingan hukum yang netral agar keadilan benar-benar ditegakkan bagi nenek Saudah. Komisi XIII DPR RI juga menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi peringatan keras agar kekerasan serupa terhadap warga yang mempertahankan haknya tidak terulang kembali.

Sementara itu, Saudah menyampaikan terima kasih atas perhatian besar dari DPR, Komnas HAM, Komnas Perempuan, dan LPSK terhadap nasib yang menimpanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.