Prabowo Sebut Kelapa Sawit adalah Tanaman Ajaib, Semua Negara Minta ke RI
kumparanBISNIS February 02, 2026 04:57 PM
Presiden Prabowo Subianto mengatakan kelapa sawit adalah miracle crop alias tanaman ajaib. Dia mengungkapkan hampir seluruh negara meminta pasokan produk kelapa sawit dari Indonesia.
Prabowo mengatakan, pondasi utama dalam strategi pembangunannya adalah swasembada pangan dan energi yang menurutnya bisa didorong salah satunya dengan pemanfaatan kelapa sawit.
"Kenapa kelapa sawit bagi saya katakan itu miracle crop. It is a miracle crop. Ada kelompok nyinyir, kenapa kelapa sawit. Prabowo mau bikin kelapa sawit. Ya, untuk rakyat Indonesia," katanya saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah, Senin (2/2).
Sebab menurutnya, kelapa sawit merupakan komoditas strategis yang tidak hanya digunakan untuk produksi minyak goreng. Hal ini menjadikan banyak negara memohon-mohon pasokan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) ke Indonesia.
"Saya ke dunia, keliling-keliling, hampir semua pemimpin negara minta ke saya. Kami mohon Indonesia, tolong supply kelapa sawit, CPO. Saya ke Mesir, saya ke Pakistan, saya ke Rusia, saya ke Belarus. Di mana-mana, tolong kelapa sawit. Artinya, it's a very strategic commodity," ungkap Prabowo.
Prabowo mengatakan, kelapa sawit memiliki banyak komoditas turunan dan sangat dibutuhkan untuk seluruh kalangan masyarakat. Misalnya sebagai bahan baku cat tembok, makanan, hingga sabun untuk mandi.
"Karena dari kelapa sawit, kita bisa punya puluhan derivatif. Cat dinding dari butuh kelapa sawit. Makanan, roti harus pakai minyak kelapa sawit dan nanti minyak kelapa. Sabun, berapa miliar rakyat dunia harus mandi tiap hari. Kecuali yang malas mandi," ujarnya.
Perbesar
Pekerja menata tandan buah kelapa sawit ke atas truk di Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (31/1/2024) Foto: ANTARA FOTO/Fransisco Carolio
Kendati begitu, dia menekankan bahwa kebutuhan utama kelapa sawit di Indonesia adalah untuk program campuran bahan bakar solar alias biodiesel. Tahun ini, Indonesia mencanangkan kenaikan mandatori biodiesel menjadi 50 persen (B50).
Menurutnya, program biodiesel bisa menghindarkan Indonesia dari ketergantungan impor bahan bakar dan terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkan karena disubsidi.
"Tapi yang lebih utama dari kelapa sawit, kita bisa bikin solar. Jadi, kita nanti biodiesel, biosolar itu akan membuat kita bebas dari ketergantungan luar. Yang mau pakai bensin terus, silakan. Ya orang kaya bayar aja, nggak apa-apa, harga dunia. Tapi rakyat kita bisa hidup dengan solar," jelas Prabowo.
Tidak hanya itu, Prabowo juga mencanangkan akan membatasi ekspor limbah kelapa sawit, yakni minyak jelantah, yang bisa menjadi campuran produksi bahan bakar pesawat terbang alias avtur.
"Kita nanti produsen avtur. Bisa yang terbesar di dunia. Bahkan suruh limbahnya kelapa sawit, jelantah itu bahan untuk avtur. Sehingga, maaf bangsa-bangsa lain, saya tutup. Saya larang ekspor limbah kelapa sawit. Ekspor jelantah. Harus untuk kepentingan rakyat di Indonesia dulu," ujar dia.