TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah Indonesia kini menarik perhatian dunia internasional, termasuk para pakar dari White House dan Rockefeller Institute.
MBG merupakan program pemerintah Indonesia yang bertujuan menyediakan makanan bergizi secara gratis bagi masyarakat, terutama untuk anak sekolah (PAUD hingga SMA), balita, ibu hamil dan ibu menyusui. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Baca juga: PDIP Dorong Efisiensi TKD Dicabut untuk Siaga Bencana, Dana Diambil dari MBG
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Tak hanya itu, kepala negara RI juga mengungkapkan beberapa bulan lalu ia menerima kunjungan dari Rockefeller Institute. Lembaga tersebut menilai program makan bergizi gratis merupakan investasi terbaik yang bisa dilakukan suatu negara.
"1 dolar atau 1 rupiah yang kita keluarkan untuk makan bergizi akan menimbulkan lipat ganda minimal 5 kali, dan dalam jangka panjang akan menjadi 35 kali investasinya itu," jelasnya.
Menurut Prabowo, penilaian internasional tersebut menunjukkan MBG bukan sekadar program sosial, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
Baca juga: Tak Hanya dari Pendidikan, Komisi X DPR Usul Pendanaan MBG Sebaiknya Bersumber dari Banyak Anggaran
Di sisi lain, Prabowo menyampaikan hingga saat ini program MBG telah menjangkau 60 juta penerima manfaat dalam waktu sekitar satu tahun lebih. Angka tersebut, kata Prabowo, sebelumnya banyak diragukan.
"Tidak ada yang menduga kita mampu tidak ada yang menduga banyak bahkan orang-orang hebat meramalkan, pasti gagal," ucap dia.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga akhir Desember 2025 mencapai Rp51,5 triliun.
Angka tersebut setara dengan 72,5 persen dari alokasi anggaran dari APBN yang sebesar Rp71 triliun di tahun 2025. Artinya masih terdapat 27,5 persen atau Rp19,5 triliun lagi anggaran yang belum diserap.
Dari total tersebut, manfaat yang diterima langsung kepada masyarakat sebesar Rp 43,3 triliun. Ini untuk penyediaan makanan bergizi bagi siswa, balita, ibu hamil dan menyusui serta guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia.
Sedangkan data per tanggal 7 Januari 2026, penerima manfaat program MBG ini sudah sebanyak 56,13 juta yang menyasar ke 38 provinsi.