USK Kirim 50 Mahasiswa ke Aceh Timur, Terlibat Langsung Dalam Pemulihan Pascabanjir
February 02, 2026 06:35 PM

USK Kirim 50 Mahasiswa ke Aceh Timur, Terlibat Langsung Dalam Pemulihan Pascabanjir

SERAMBINEWS.COM, ACEH TIMUR — Universitas Syiah Kuala (USK) mengirimkan 50 mahasiswa dari lima fakultas untuk terlibat langsung dalam Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026. 

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Seuneubok Simpang, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur.

Program tersebut resmi dimulai melalui prosesi serah terima mahasiswa kepada tokoh dan masyarakat Desa Seuneubok Simpang pada Minggu (1/2/2026). 

Kehadiran mahasiswa USK di desa tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana banjir sekaligus mendorong pemberdayaan berbasis potensi lokal.

Sebanyak 50 mahasiswa yang terlibat berasal dari lima fakultas, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik (FT), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). 

Dari jumlah tersebut, 47 peserta merupakan mahasiswa perempuan dan tiga lainnya laki-laki.

Para mahasiswa didampingi oleh tiga dosen pembimbing, yakni Prof. Dr. Zumaidar, S.Si., M.Si., Dr. Ir. Laina Hilman Sari, S.T., M.Sc., serta Rizanna Rosemary, MHC., PhD. 

Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan program berjalan terarah, berbasis keilmuan, dan berdampak nyata bagi masyarakat desa.

Adapun program yang akan dijalankan mencakup pemanfaatan tanaman lokal dan pengembangan inovasi digital untuk mendukung ketahanan pangan, kesehatan, serta lingkungan.

Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian masyarakat dalam menghadapi dampak bencana di masa depan.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Zumaidar menyampaikan bahwa kehadiran USK merupakan bentuk dukungan terhadap program kementerian dalam upaya pemulihan masyarakat pascabencana banjir.

“USK hadir turut mendukung program kementerian dalam proses pemulihan masyarakat pasca banjir, dengan mendampingi kemandirian masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa tidak hanya soal tindakan langsung, tetapi juga soal pembelajaran sosial dan pemberdayaan komunitas untuk masa depan yang lebih mandiri. 

Zumaidar juga berujar, pengalaman ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan kehidupan nyata di desa serta berkontribusi sesuai bidang ilmu yang mereka tekuni. 

“Program ini menawarkan pengalaman hidup di desa yang sangat berharga sekaligus memberi kontribusi nyata sesuai keilmuan masing-masing,” sebutnya, yang sekaligus menunjukkan bagaimana program ini menggabungkan pendidikan dan pelayanan masyarakat pascabencana. 

Respons positif datang dari masyarakat Desa Seuneubok Simpang terhadap kehadiran mahasiswa USK.

Kepala Desa Seuneubok Simpang, Dr Zulkilfli, bersama perangkat desa, Ketua PKK, dan Ketua Kelompok Tani menyambut baik kehadiran mahasiswa USK. 

Mereka berharap program pendampingan ini dapat membawa perubahan positif dan mempercepat proses pemulihan pascabencana.

“Seunebok Simpang adalah desa terpencil, sehingga kami dan masyarakat menerima dengan senang kehadiran adik-adik mahasiswa untuk bekerjasama dengan masyarakat membangun desa kembali”, tutupnya.

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Bergabunglah Bersama Kami di Saluran WhatsApp SERAMBINEWS.COM 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.