TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mencatat capaian signifikan sepanjang tahun 2025.
Total panjang jalan dan jembatan yang diperbaiki mencapai 170,987 kilometer.
Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat.
Baca juga: Hasil Lobi Bupati Berau ke Pusat, Bibit Kakao dan Kelapa Ditambah Dua Kali Lipat
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan dengan berbagai jenis konstruksi sesuai kondisi lapangan.
Misalnya, rigid pavement atau perkerasan beton digunakan di ruas jalan dengan beban lalu lintas tinggi karena lebih tahan lama dibandingkan aspal.
Dari total penanganan, konstruksi aspal mencapai 26.599,51 meter, beton 33.171,39 meter, timbunan pilihan 68.633,88 meter, serta timbunan biasa 18.405,30 meter.
“Angka tersebut merupakan akumulasi seluruh kegiatan perbaikan yang dilaksanakan selama 2025,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Selain perbaikan jalan utama, DPUPR juga membangun infrastruktur penunjang seperti saluran drainase, dinding penahan tanah (DPT), pasangan batu, dan box culvert (gorong-gorong beton berbentuk kotak untuk mengalirkan air di bawah jalan).
Total panjang pekerjaan penunjang ini mencapai 24.177,80 meter.
“Infrastruktur pendukung tersebut penting untuk menjaga ketahanan jalan, terutama di wilayah yang rawan genangan dan memiliki kontur tanah tertentu,” jelas Junaidi.
Baca juga: Diskan Berau Kembangkan Ikan Asap Teluk Sulaiman untuk Tingkatkan Ekonomi Pesisir
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Menurutnya, akses jalan yang memadai tidak hanya menunjang mobilitas harian masyarakat, tetapi juga menjadi faktor penting dalam mendukung sektor strategis, terutama pariwisata.
“Salah satunya adalah pariwisata yang terus didorong sebagai sektor unggulan di Kabupaten Berau,” ucapnya.
Ia menambahkan, ruas jalan menuju kawasan wisata tetap menjadi prioritas meski ada efisiensi anggaran. Pemerintah daerah juga memperkuat akses udara, salah satunya dengan penerbangan langsung ke Pulau Maratua yang kini sudah tersedia.
“Kita bersyukur karena sudah ada penerbangan langsung ke Maratua. Semoga ke depan semua yang dibutuhkan untuk pariwisata dapat kita penuhi,” tandasnya.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan, perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata tetap menjadi prioritas.
Meskipun, Pemerintah Kabupaten Berau tengah menjalankan kebijakan efisiensi anggaran.
Komitmen tersebut ditegaskan sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata yang terus didorong sebagai unggulan daerah.
Sri Juniarsih menyampaikan bahwa infrastruktur jalan memiliki peran strategis, tidak hanya untuk menunjang mobilitas harian masyarakat, tetapi juga sebagai faktor penting dalam mendukung sektor-sektor strategis, khususnya pariwisata.
Baca juga: 170 Km Jalan di Berau Diperbaiki Sepanjang 2025, Buka Akses Daerah Terpencil
Akses jalan yang memadai dinilai menjadi kunci utama dalam pengembangan dan daya tarik destinasi wisata di Berau.
"Salah satunya adalah pariwisata yang terus didorong sebagai sektor unggulan di Kabupaten Berau," ucapnya kepada TribunKaltim.co, Senin (2/2/2026).
Ia menekankan bahwa perhatian terhadap ruas-ruas jalan menuju kawasan wisata akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Pemkab Berau disebut tidak akan mengesampingkan perbaikan infrastruktur penunjang pariwisata.
Baca juga: Pemprov Kaltim Bangun Infrastruktur Jalan di Berau, Terutama Akses Menuju Kawasan Pariwisata
“Kita terus perhatikan ini, terutama jalan-jalan ke daerah tujuan wisata. Walaupun efisiensi, kita akan coba cari solusi,” ujarnya.
Selain akses darat, Bupati Berau juga menyoroti penguatan akses udara sebagai bagian dari strategi mendukung sektor pariwisata.
Keberadaan penerbangan langsung menuju Pulau Maratua disebut sebagai salah satu capaian penting yang mendukung kemudahan akses wisatawan ke destinasi unggulan Berau.
“Kita bersyukur karena sudah ada penerbangan langsung ke Maratua. Semoga ke depan semua yang dibutuhkan untuk pariwisata dapat kita penuhi,” tandasnya.
Sri Juniarsih berharap, perbaikan infrastruktur jalan, jembatan, serta akses pendukung lainnya dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (*)