MALAM INI, 6 Amalan Nisfu Syaban Penuh Kebaikan, Membaca Surat Yasin dan Perbanyak Salat Sunnah
February 02, 2026 09:38 PM

TRIBUNSORONG.COM - Berikut enam amalan nisfu Syaban yang dapat dilakukan oleh muslim, jangan sampai terlewat. 

Nisfu Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026, sehingga malam Nisfu Syaban dimulai sejak maghrib pada Senin, 2 Februari 2026. 

Malam Nisfu Syaban dimulai sejak matahari terbenam (Maghrib) pada malam ke-15 bulan Syaban.

Secara tradisi, nisfu Syaban dikenal sebagai salah satu waktu terbaik untuk bermunajat kepada Allah. 

Baca juga: 25 Ucapan Menyambut Malam Nisfu Syaban 1446 H/2025 Menyentuh Hati, Penuh Doa dan Makna

Baca juga: 20 Pantun Malam Nisfu Syaban 2024, Menyentun dan Penuh Makna, Cocok Dikirim ke Orang Terdekat

Banyak ulama menyebut malam ini sebagai kesempatan memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, hingga melaksanakan amalan-amalan sunnah. 

Di berbagai daerah, umat Islam juga melaksanakan doa bersama untuk memohon perlindungan, keselamatan, dan kelapangan rezeki.

Berbagai amalan sunnah dapat dilakukan muslim saat malam nisfu Syaban. 

1. Membaca Surat Yasin (3 Kali) 

Amalan yang paling umum dilakukan adalah membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali setelah shalat Maghrib atau Isya: 

Yasin Pertama: Niat memohon panjang umur dalam ketaatan kepada Allah SWT.

Yasin Kedua: Niat memohon rezeki yang halal, berkah, dan berlimpah.

Yasin Ketiga: Niat memohon keteguhan iman dan husnul khatimah.

Setiap selesai membaca, dianjurkan membaca doa Nisfu Syaban. 

2. Memperbanyak Istighfar dan Taubat 

Manusia tidak lepas dari dosa, oleh karena itu, memperbanyak istighfar pada malam Nisfu Syaban sangat dianjurkan untuk memohon ampunan Allah SWT. 

3. Melaksanakan Shalat Sunnah

Menghidupkan malam dengan shalat sunnah (2-8 rakaat atau lebih).

Beberapa shalat yang bisa dikerjakan: 

Shalat Hajat.

Shalat Tasbih.

Shalat Tahajud.

Niat Shalat Nisfu Syaban (2 Rakaat):

Ushalli sunnata Nishfi Syaban rakataini lillahi ta ala.
Artinya: "Aku niat sholat sunah nisfu syaban dua rakaat karena Allah Taala". 

4. Membaca Doa Nisfu Syaban

Membaca doa khusus Nisfu Syaban yang berisi permohonan ampunan, keberkahan, dan rezeki. 

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ   اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ      

Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.  

Artinya, “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.” 

5. Memperbanyak Dzikir dan Doa 

Malam Nisfu Syaban adalah waktu mustajab.

Umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir, terutama kalimat tauhid, shalawat Nabi, dan membaca Ayat Kursi. 

6. Membersihkan Hati 

Saling memaafkan dan memperbaiki hubungan persaudaraan, karena di malam ini catatan amal diangkat dan diampuni dosa kecuali orang yang musyrik atau yang bermusuhan. 

Di keesokan harinya, umat muslim dapat melakukan puasa Nisfu Syaban.

Puasa sunnah di bulan Syaban memiliki keutamaan besar karena merupakan bulan di mana amal diangkat kepada Allah. 

Namun sebagian kelompok, menekankan bahwa tidak ada ibadah khusus yang bersifat mengikat secara berjamaah.

Namun tetap menganjurkan peningkatan ibadah secara umum (puasa, dzikir, doa). (TribunSorong.com / Triroessita)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.