BANGKAPOS.COM - Pertamina memberikan jaminan bahwa pasokan gas Elpiji 3 kg di wilayah Bangka Belitung akan segera pulih.
Hal ini disampaikan menyusul adanya keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan melonjaknya harga gas melon tersebut di pasaran.
Sales Area Manager Bangka Belitung Pertamina, Satriyo Wibowo Wicaksono, memastikan bahwa masyarakat bisa kembali mendapatkan gas di pangkalan resmi dalam waktu dekat.
“Dalam satu sampai dua hari ke depan, bapak ibu sudah bisa mendapatkan gas elpiji. Silakan datang ke pangkalan masing-masing. Kalau tidak ditemukan, hubungi contact person kami,” ujar Satriyo saat ditemui setelah menggelar audiensi di DPRD Bangka Belitung, Senin (2/1/2026).
Meski demikian, Satriyo meminta masyarakat untuk bersabar karena proses distribusi yang melibatkan beberapa tahapan teknis.
“Pengantaran tidak cepat karena ada beberapa tahapan, bisa dua sampai tiga hari,” tambahnya.
Kepastian tersebut muncul dalam audiensi yang digelar di Kantor DPRD Bangka Belitung.
Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, dan dihadiri oleh perwakilan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI), budayawan, serta dinas terkait.
Salah satu poin utama yang disoroti dalam audiensi tersebut adalah harga gas yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Warga peserta audiensi, Ahmadi Sofyan mengungkapkan temuannya di lapangan soal harga Lpg 3g yang menyentuh Rp70 ribu.
“Saya temui di lapangan harga gas sekarang bahkan di kisaran Rp50 ribu sampai Rp70 ribu,” ungkapnya.
Keluhan serupa datang dari Abdul Kodir, perwakilan pedagang kaki lima dari Pangkalpinang.
Ia menyebutkan bahwa permainan harga sudah terjadi jauh sebelum masa kelangkaan saat ini.
“Saya sehari-hari beli gas bukan pas langka saja, harganya Rp30 ribu. Jadi kalau Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp18 ribu, menurut saya itu bohong,” keluh Abdul Kodir.
Senada dengan itu, perwakilan pedagang dari Bangka Tengah dan Kabupaten Bangka (Yogi Pranata) juga menyuarakan keresahan yang sama mengenai beban ekonomi akibat mahalnya harga gas bagi usaha mikro.
Pertamina Minta Hubungi 135
Menanggapi masalah harga, pihak Pertamina meminta masyarakat aktif melaporkan pangkalan nakal melalui kanal resmi.
“Kalau memang ada pangkalan yang bermain harga, silakan hubungi kami di nomor 135 agar bisa kami lakukan pengecekan,” tegas Satriyo.
Ketua APKLI, Februli, juga mendesak tindakan yang lebih konkret agar tidak ada lagi celah bagi oknum untuk mengambil keuntungan di tengah kesulitan warga.
“Kalau bisa cabut izin pangkalan yang nakal dan menjual gas di atas HET. Audiensi ini kami lakukan untuk membela hak pedagang kaki lima dalam mencari nafkah,” ucap Februli.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pertamina berencana mengoptimalkan pangkalan aktif agar distribusi lebih cepat menjangkau pedagang.
Selain itu, akan dilakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan pendataan ulang terhadap kebutuhan gas bagi setiap jenis usaha mikro, termasuk memastikan kesiapan stok menjelang bulan Ramadan. (bangkapos.com/ Kautsar)