Pengungsi di Kampung Kute Reje Aceh Tengah Patungan Uang untuk Beli BBM Hidupkan Genset Tower BTS
February 02, 2026 08:48 PM

TRIBUNGAYO.COM -Warga yang mengungsi dari dua desa di Kecamatan Linge, Aceh Tengah masih terisolir jaringan telekomunikasi.

Pasalnya, tower Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel yang berdiri di desa mereka tidak menyala genset.

Untuk bisa menyalakan genset warga terpaksa patungan uang untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dengan hidup BTS sehingga warga bisa berkomunikasi.

Melansir Kompas.com, Para pemuda di Kampung Kute Reje, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, rela patungan membeli Bahan Bakar Minyak (BBM). 

BBM itu kemudian diisi ke genset untuk menghidupkan Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel yang berdiri di kampung tersebut.

Jaringan telepon dan internet itu digunakan oleh mayoritas warga di pengungsian Delung Sekinel.

Di pengungsian itu, terdapat dua desa yang mengungsi yakni Kute Reje dan Delung Sekinel. 

Salah seorang pemuda Kute Reje, Saifun, yang juga pengungsi dari Desa Kute Reje mengatakan, patungan untuk BBM sudah dilakukan tiga kali oleh warga.

"Para pemuda harus mengumpulkan uang beli BBM secara patungan agar genset yang ada di tower bisa hidup," kata Saifun, Sabtu (31/1/2026).

Listrik belum teraliri 

Hingga saat ini wilayah Kemukiman Wihni Dusun Jamat, Kecamatan Linge, yang terdiri dari lima desa, masih belum bisa dilalui dengan kendaraan roda empat.

Warga dan relawan masih menggunakan jembatan darurat untuk bisa keluar masuk dari desa itu.

Bukan hanya itu, lima desa itu belum dapat dialiri listrik.

Saifun menyebutkan, kendala itu diperparah dengan ketiadaan jaringan telepon dan internet di tengah belum selesainya penanganan bencana, hingga belum terbangunnya Hunian Sementara (Huntara) di kemukiman itu. 

"Jaringan telepon dan internet adalah upaya kami, agar warga di sini secara keseluruhan bisa mendapatkan sinyal. Dengan BBM yang kami beli, paling tidak sinyal bisa bertahan selama dua hingga tiga jam," lanjut Saifun.

Dengan lancarnya komunikasi, maka para pemuda merasa bersyukur karena warga bisa berkomunikasi dengan pihak luar.

"Lumayan saudara kita dapat berkomunikasi dengan saudaranya di luar, meski terbatas," ungkap Saifun.

Ia berharap agar pemerintah membantu kendala komunikasi yang dialami warga Kemukiman Wihni Dusun Jamat itu.

"Tolong kami mohon, selain perbaikan jalan, kami juga butuh sarana komunikasi, segera dinormalisasi. Karena setiap saat kami juga butuh informasi, dan berkabar kepada keluarga, termasuk menyampaikan kebutuhan kepada para relawan," tutupnya.

Baca juga: Telkomsel Bersama Pemkab Gayo Lues Persiapkan Bangunan Mobile BTS di Lima Desa Kecamatan Pining

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.