TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau, drg. Yusi Prastiningsih, menyampaikan RSUD Arifin Achmad merupakan rumah sakit pusat rujukan bagi seluruh kabupaten dan kota di Riau.
Penyakit yang paling dominan ditangani RSUD Arifin Achma berasal dari instalasi jantung, kanker serta diabetes dan pencernaan.
Sebagai rumah sakit rujukan utama, sebagian besar pasien yang ditangani datang dengan kondisi penyakit yang sudah masuk kategori berat.
Ia menjelaskan, pasien-pasien yang dirujuk ke RSUD Arifin Achmad umumnya membutuhkan penanganan medis lanjutan yang tidak dapat ditangani oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun rumah sakit daerah.
Kondisi ini membuat kompleksitas pelayanan di RSUD Arifin Achmad menjadi lebih tinggi dibandingkan rumah sakit lainnya.
Menurut Yusi, penyakit instalasi jantung, kanker serta diabetes dan pencernaan sangatlah membutuhkan penanganan ekstra, baik dari sisi peralatan medis, tenaga kesehatan, maupun waktu perawatan yang lebih panjang.
Ia menambahkan, RSUD Arifin Achmad juga telah mencatat sejarah penting dalam pelayanan kesehatan di Riau, salah satunya dengan berhasil melakukan operasi jantung terbesar yang pernah dilakukan di rumah sakit tersebut.
Baca juga: Ancaman Serius Penyakit Jantung, Dinkes Riau Tekankan Pentingnya Deteksi Dini dan Pola Hidup Sehat
Hal ini menunjukkan kapasitas dan kemampuan RSUD Arifin Achmad dalam menangani kasus-kasus medis berisiko tinggi.
Keberhasilan tersebut, lanjutnya, tidak terlepas dari dukungan peralatan medis yang relatif lebih memadai dibandingkan rumah sakit lain di Riau. Hingga saat ini, RSUD Arifin Achmad masih menjadi salah satu rumah sakit dengan fasilitas penunjang paling lengkap di provinsi tersebut.
Namun demikian, Yusi juga mengakui saat ini RSUD Arifin Achmad menghadapi tantangan serius akibat membludaknya jumlah pasien dengan penyakit kategori berat.
"Lonjakan pasien tersebut berdampak langsung pada antrean pelayanan, khususnya untuk tindakan medis tertentu,"ujar Yusi.
Baca juga: Cerita Ede Warga Pekanbaru Penderita Penyakit Jantung, Penyakit Terbanyak Keempat di Riau
Ia menyebutkan, keterbatasan peralatan fasilitas serta sumber daya manusia (SDM) masih menjadi faktor utama yang menyebabkan terjadinya daftar tunggu bagi pasien yang membutuhkan tindakan lanjutan.
"Kondisi ini harus mengatur prioritas pelayanan secara ketat,"tegas Yusi.
Meski demikian, pihak RSUD Arifin Achmad terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pasien rujukan.
( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)