TRIBUNNEWS.com - Pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin, soal jajaran direksi Bank Himpunan Milik Negara (Himbara) akan dicopot, menuai sorotan.
Pengamat politik dari Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menilai pernyataan Sjafrie tersebut bisa menimbulkan salah tafsir di kalangan publik.
Terutama, kata dia, terkait relasi kekuasan dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Dedi, pernyataan Sjafrie yang di luar kewenangannya sebagai Menhan itu bisa disalahpahami sebagai praktik yang mengedepankan kepentingan kedekatan personal, alih-alih profesionalisme.
"Statemen Menhan di luar kapasitas kerjanya bisa ditafsir sebagai upaya praktik ‘asal bapak senang’," kata Dedi saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Senin (2/2/2026).
Dedi melanjutkan, pernyataan Sjafrie tersebut justru mencerminkan kecenderungan, sebagian pejabat lebih mengutamakan membela atau menjadi perpanjangan lisan Presiden.
Baca juga: Isunya Bakal Dicopot Prabowo dan Diganti Anak Muda, Siapa Saja Jajaran Direksi Bank Himbara?
Meskipun, kata dia, pernyataan yang disampaikan bukan merupakan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi).
"Mereka mengutamakan membela atau menjadi perpanjangan lisan Presiden meskipun bukan wilayahnya," ujarnya.
Atas hal itu, Dedi menyarankan Prabowo agar memberikan pemahaman lebih mendalam kepada menterinya, soal batas kewenangan jabatan.
Agar, ujar dia, para menteri bekerja sesuai ruang geraknya.
"Ada baiknya jika program retret Presiden diisi dengan materi proporsionalisme dan profesionalisme jabatan."
"Agar tokoh yang mengemban amanah dapat bekerja sesuai ruang geraknya," pungkas dia.
Hal serupa turut disampaikan pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansah.
Trubus menilai pernyataan Sjafrie tersebut melampaui kewenangannya sebagai Menhan.
Ia bahkan menganggap Sjafrie bermain api lantaran kerap memberikan pernyataan yang di luar tupoksi.
"Ya ini menurut saya pernyataan Pak Sjafrie mengindikasikan pertama Pak Sjafrie sudah membuat pernyataan yang di luar tupoksi. Kalau dalam istilah sepak bola offside itu," urai Trubus, Minggu (1/2/2026).
"Kedua, sepertinya Pak Sjafrie ini bermain api. Jadi dia mencoba mengobok-obok di luar kewenangannya," imbuh dia.
Menurut Trubus, pernyataan Sjafrie bisa memicu kegaduhan di ruang publik.
Terlebih, CEO Danantara, Rosan Roeslani, sudah menyampaikan bantahan soal isu perombakan direksi Bank Himbara.
Ia juga menilai polemik ini bisa memunculkan kesan adanya tumpang tindih kebijakan dan intervensi antar kementerian di dalam pemerintahan Prabowo.
"Ini membingungkan publik, apalagi sudah dibantah oleh Rosan. Jadinya menimbulkan kegaduhan di publik," ucap Trubus.
Baca juga: Prabowo akan Copot Seluruh Direksi Bank Himbara, Diganti Anak Muda yang Militan
"Saya melihat ini mengindikasikan kebijakan Pak Prabowo jadi terkesan tumpang tindih dan penuh dengan intervensi-intervensi," imbuh dia.
Sebelumnya, Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan Presiden Prabowo Subianto bakal mencopot seluruh jajaran direksi Bank Himpunan Milik Negara (Himbara).
Sjafrie mengatakan Prabowo akan mengganti jajaran direksi dengan anak muda yang dinilai lebih kompeten.
Langkah ini diambil sebab Bank Himbara selama ini dianggap lebih memprioritaskan penyaluran kredit kepada pengusaha besar, ketimbang pelaku usaha kecil.
Tak hanya itu, Sjafrie juga menyoroti rapuhnya birokrasi dan lemahnya sistem pengawasan Bank Himbara yang saat ini bersumber dari kursi pimpinan.
"Bank Himbara itu lebih menertibkan pengusaha besar untuk dikasih kredit daripada pengusaha kecil."
"Oleh karena itu, Presiden memutuskan untuk mengganti semua direksinya. Sudah ada tata kelola baru untuk menertibkan BUMN," jelas Sjafrie, Sabtu (31/1/2026).
Lebih lanjut, Sjafrie menuturkan saat ini pemerintah menerapkan metode talent scouting untuk mengisi jajaran direksi Bank Himbara nantinya.
Lewat talent scouting, pemerintah mencari figur yang memiliki integritas dan nasionalisme tinggi, bukan lagi sosok yang sudah lama menjabat di lingkaran kekuasaan.
"Kita cari yang punya kemampuan intelektual dan praktisi, tapi yang terpenting: dia cinta Tanah Air."
"Kita butuh generasi muda yang cerdas, militan, dan kredibel untuk menjaga 'perahu' ekonomi Indonesia," tegas dia.
Mengenai pernyataan Sjafrie Sjamsoeddin soal jajaran direksi Bank Himbara bakal diganti, CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan hingga saat ini belum ada pembahasan.
Ia mengatakan sampai saat ini belum ada rencana merombak direksi dan komisaris Bank Himbara.
"Kami di Danantara, sebagai pemegang saham di seluruh Bank Himbara, sejauh ini tidak ada pembicaraan mengenai hal itu (perombakan direksi)" jelas Rosan di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Ia menambahkan, apabila diperlukan perbaikan terhadap jajaran direksi Bank Himbara, maka Danantara yang akan menanganinya.
Baca juga: Profil 4 Dirut Bank Himbara, Isunya Akan Dicopot Bareng Jajaran Direksi Lainnya, Terkaya Dirut BRI
Meski demikian, Rosan kembali menegaskan hingga saat ini belum ada pembahasan mengenai perombakan direksi Bank Himbara.
"Tentunya kami akan selalu berkonsultasi apabila memang perlu ada perbaikan. Tetapi, pada intinya sejauh ini tidak ada pembicaraan mengenai hal itu" katanya.
"Sampai sejauh ini belum ada pembicaraan mengenai itu," tegasnya.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Reza Deni/Chaerul Umam/Muhammad Zulfikar)