TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah insiden tak terduga mewarnai hari bahagia sepasang pengantin.
Pengantin wanita dibuat pucat setelah mengetahui adanya hadiah pernikahan mengejutkan yang dikirim oleh mantan kekasih mempelai pria.
Kejadian tersebut sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial dan membuat para tamu undangan heboh.
Dikutip dari Sanook.com Senin (2/2/2026), dalam acara pernikahan tersebut, tampak sebuah papan ucapan berukuran besar yang dipasang mencolok di dekat lokasi acara.
Papan tersebut berlatar merah dengan tulisan berwarna kuning.
“Aku sudah keguguran, silakan menikah dengan tenang,” bunyi ucapan dalam papan bunga tersebut.
Pada bagian lain juga tertulis bahwa papan tersebut merupakan hadiah dari mantan kekasih mempelai pria. \Isi pesan itu langsung memicu spekulasi luas dan membuat suasana pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi canggung.
Menurut laporan yang beredar, pernikahan tersebut digelar secara meriah.
Pengantin wanita mengenakan gaun pengantin dan tiba di rumah keluarga mempelai pria menggunakan mobil yang telah dihias bunga-bunga indah.
Namun, sesaat setelah ia turun dari kendaraan, pemandangan papan besar tersebut langsung menyambutnya.
Tulisan yang terpampang jelas di dinding samping rumah mempelai pria membuatnya nyaris patah hati di tengah momen sakral tersebut.
Banyak orang menafsirkan isi pesan itu sebagai petunjuk bahwa mempelai pria pernah memiliki hubungan yang sangat dekat dengan mantan kekasihnya hingga perempuan tersebut sempat mengandung.
Namun, hubungan itu diduga berakhir ketika mempelai pria memilih menikah dengan wanita lain.
Tindakan sang mantan kekasih memasang papan ucapan tersebut juga menimbulkan anggapan bahwa ia tidak sepenuhnya rela berpisah.
Pasalnya, jika perpisahan terjadi secara baik-baik, kecil kemungkinan ia akan menimbulkan kehebohan di hari pernikahan seperti itu.
Kejadian tersebut langsung memicu kritik terhadap kedua mempelai. Meski demikian, ekspresi pengantin wanita terlihat tetap dingin tanpa menunjukkan emosi secara terbuka.
Sebagian orang menduga ia sudah mengetahui latar belakang persoalan itu sebelumnya.
Namun, ada pula yang berpendapat bahwa ia mungkin terlalu terluka hingga tidak mampu bereaksi.
Demi menjaga kehormatan keluarga di hadapan para tamu, ia diduga menahan perasaan dan menyembunyikan kesedihannya.
Di sisi lain, para tamu undangan mempertanyakan sikap keluarga mempelai pria yang tidak segera menurunkan papan tersebut.
Banyak yang menilai tindakan itu seharusnya dilakukan secepat mungkin untuk menghindari rasa malu dan sakit hati yang lebih besar bagi pengantin wanita.
Namun, muncul pula dugaan lain yang menyebutkan bahwa papan tersebut mungkin hanya dimaksudkan sebagai lelucon.
Meski begitu, jika benar hanya gurauan, sebagian besar orang menilai tindakan tersebut sudah melampaui batas kewajaran.
Peristiwa ini bukan pertama kalinya terjadi di Tiongkok. Sebelumnya, sebuah insiden serupa juga dilaporkan terjadi di Provinsi Yunnan.
Dalam kasus tersebut, sekelompok mantan kekasih mempelai pria datang ke lokasi pernikahan sambil membawa spanduk provokatif.
Tulisan di spanduk itu berbunyi, “Kami adalah mantan pacar mempelai pria. Hari ini kami pasti akan membuatnya malu.” Kehadiran mereka langsung menimbulkan kekacauan di acara tersebut.
Dalam kejadian di Yunnan itu, mempelai pria akhirnya mengakui pernah bersikap tidak setia dan meninggalkan beberapa perempuan di masa lalunya.
Insiden tersebut membuat pengantin wanita memandang suaminya dengan sudut pandang yang berbeda dan memunculkan pertanyaan besar mengenai masa depan rumah tangga mereka.
(*/tribun-medan.com)