SURYA.co.id Surabaya - Sekretaris Umum Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Jawa Timur Agus Winoto mendukung semua tata kelola penyelenggaraan reklame berdasarkan aturan yang berlaku.
Termasuk kini membolehkan reklame di taman median jalan.
Bagi penyelenggara reklame titik di taman median jalan menjadi angin segar bagi biro dan agency reklame.
Bisa menggairahkan dan makin menggerakkan laju ekonomi mereka sebagai pelaku usaha reklame.
Namun setelah berjalanya aturan baru, P3I mendesak agar tata aturan baru itu diterapkan secara berkeadilan.
Baca juga: Reklame Tumbuh Subur di Jalur Hijau, Perwali Baru Perbolehkan Jadi Titik Reklame
"Sampaikan saja syarat pengajuan itu secara fair dan terbuka. Agar semua punya kesempatan yang sama. Harus berkeadilan," kata Agus.
Aturan itu harus mengakomodasi semua pelaku usaha reklame. Harus tegas ditetapkan bahwa persyaratan pemasangan titik di taman itu disampaikan terbuka. Bukan ditawarkan seperti selama ini.
"Selama ini disampaikan bahwa yang berhak mendapatkan titik tertentu, Termasuk di taman syaratnya harus menjaga aset Pemkot itu dan yang memberi kontribusi terbaik bagi Pemkot," kata Agus.
Hal ini dinilai masih abstrak dan tidak terbuka. Dia menghendaki disampaikan terbuka kalau setiap titik di taman itu misalnya Rp 100 juta. Kemudian untuk biaya perawatan Rp 500 juta.
Kemudian ukurannya yang boleh dipasang di taman ukuran besar.
"Saat ini sudah banyak terpasang dan ternyata ukurannya 1,5x3 meter dan satu titik lima reklame. Ini dulu-duluan yang mengajukan atau apa. Semua punya kesempatan yang sama," kata Agus.
Perwali Reklame itu juga harus sejalan dengan apa yang disampaikan Wali Kota Eri Cahyadi bahwa membangun kota ini harus dengan gotong royong.
Dalam konteks reklame juga harus mengusung semangat ini. Pelaku reklame dari kelas mana pun berkesempatan yang sama.
"Kalau disebutkan syaratnya yang memberi kruntungan banyak pada Pemkot. Ini subjektif. Terbuka saja semisal membayar CSR berapa. Dihitung sesuai jumlah titik. Ketika terbuka gini kan transparansi dan parameternya terjaga," kata Agus.