TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Palembang - Terungkap, kronologis terjadinya ledakan tabung gas 12 kg yang terjadi di satu rumah di Palembang, berawal dari bau gas menyengat saat proses memasak.
Akibat ledakan yang memicu kebakaran tersebut, korban tewas bertambah menjadi 3 orang. Sebelumnya, korban tewas 2 orang.
Insiden ledakan tabung gas 12 kg tersebut terjadi tepatnya di Jalan Ratu Sianum, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang pada Sabtu 31 Januari 2026 siang.
Sebelumnya, ada 9 orang termasuk anak-anak yang menjadi korban dan mengalami luka bakar akibat kejadian tersebut.
Tabung gas adalah wadah bertekanan yang digunakan untuk menyimpan gas, paling umum LPG (Liquefied Petroleum Gas), yang dipakai untuk memasak, usaha kuliner, dan kebutuhan rumah tangga.
Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunSumsel.com, Kanit Reskrim Polsek Ilir Timur II Iptu Roland Kharis S Baemamenteng mengatakan, kronologis peristiwa ledakan itu ketika korban sedang kumpul dan masak untuk persiapan ruwah.
Kemudian di tengah proses memasak tercium bau gas.
"Pada saat proses masak lagi berlangsung ada kebocoran gas, singkat cerita itu diketahui lalu tabung gas itu dimasukkan ke dalam wadah berisi air," ujar Roland saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).
Tanpa disadari gas yang bocor telah memenuhi ruangan dapur yang minim ventilasi dan tertutup rapat.
Saat ada yang menyalakan kompor terjadilah ledakan tersebut.
"Jadi pada saat itu ada yang menghidupkan kompor, langsung meledak. Dapur itu posisinya tertutup rapat," katanya.
Lanjut dia, penyelidikan lebih lanjut tragedi itu telah diambil alih Unit Pidana Khusus Satreskrim Polrestabes Palembang.
"Penyelidikan lebih lanjutnya sudah diambil alih oleh Unit Pidsus Polrestabes Palembang, " tutupnya.
Korban meninggal dunia akibat ledakan tabung LPG 12 kilogram di Jalan Ratu Sianum, Lorong Nepos, 3 Ilir Palembang bertambah.
Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat luka bakar yang cukup banyak di tubuhnya.
Baca juga: Kamera CCTV Merekam Momen Ledakan Akibat Tabung Gas 12 Kg Bocor, 2 Meninggal
Korban meninggal dunia yang dimaksud adalah Umi (54) dengan luka bakar 80 persen usai dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Pelabuhan Boom Baru.
Informasi tersebut diterima dari salah seorang warga sekitar Lilis.
"Innalilahi wainna illaihi rojiun, korban atas nama Umi meninggal dunia di Rumah Sakit sekitar jam 8 malam ini," ujar Lilis, Minggu (1/2/2026).
Umi adalah tetangga dari korban Dewi Rohayati, yang sebelumnya meninggal pada hati Sabtu (31/1/2026) kemarin sore.
"Ibu Umi itu tetangga yang rumahnya di sebelah rumah ibu Dewi," katanya.
Dengan bertambahnya korban, saat ini jumlah korban meninggal dunia menjadi tiga orang. Sebelumnya, korban bernama Dewi Rohayati selaku istri pemilik rumah dan Murni, asisten rumah tangga (ART) meninggal dunia akibat peristiwa itu.
Keduanya mengalami luka bakar hingga 70 persen hingga 80 persen.
Ledakan tabung gas elpiji 12 kilogram memicu kebakaran rumah di Jalan Ratu Sianum, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang pada Sabtu 31 Januari 2026 siang.
Akibat ledakan itu, sembilan orang yang sedang berada di rumah termasuk anak-anak mengalami luka bakar.
Berdasarkan rekaman kamera CCTV yang diterima Sripoku.com dan Tribunsumsel.com peristiwa terjadi di Lorong Nepos, dalam rekaman tersebut terlihat kondisi awal, rumah masih normal.
Beberapa detik kemudian dari dalam rumah muncul nyala api disertai suara ledakan yang cukup keras.
Seorang balita yang terlihat berada di luar rumah masuk ke dalam karena kaget dengan suara tersebut.
Ledakan yang keras membuat kaca jendela depan langsung terlepas dan pecah.
Seorang tetangga langsung keluar rumah dan memeriksa kondisi di sebelah rumahnya.
Suasana panik terlihat, setelah sejumlah wanita keluar dan ada korban yang tubuhnya terkena ledakan hingga pakaian yang mengalami kerusakan parah.
Kapolsek Ilir Timur II Kompol M Ismail mengatakan, saat ini ketujuh orang lainnya termasuk balita yang jadi korban masih dirawat di rumah sakit.
"Semua korban luka bakar lainnya masih dirawat di rumah sakit, " ujar Ismail, Minggu (1/2/2026).
Ia menerangkan, peristiwa itu terjadi akibat kebocoran gas elpiji 12 kilogram yang digunakan penghuni rumah, Dewi Rohayati.
"Pemicu ledakan dan kebakaran tersebut berdasarkan informasi dari saksi-saksi tersebut dari kebocoran gas elpiji 12 Kg. Yang sedang digunakan untuk memasak sedekah ruahan malam ini di daerah Bangau," katanya.