Oleh: Rudiyanto, S.Pd., Gr - Guru Pendidikan Agama Islam dan Penulis Bangka Selatan
KELAS yang inklusif merupakan lingkungan kelas yang aman, nyaman, dan dapat memenuhi kebutuhan peserta didik dengan berbagai latar belakang. Upaya mewujudkan lingkungan kelas yang inklusif sangat penting untuk dilakukan agar para peserta didik memperoleh kesetaraan hak belajar dan kesempatan belajar secara maksimal sehingga dapat memperoleh hasil belajar dan prestasi yang optimal. Selain itu, tujuan diciptakannya lingkungan kelas yang inklusif adalah agar para peserta didik dapat berkembang dengan baik, merasa dihargai, dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
Hal kecil yang cenderung sering dilupakan oleh para pendidik adalah tata letak lingkungan kelas. Tata letak lingkungan kelas yang tidak tersusun dengan baik tidak dapat melahirkan lingkungan kelas yang inklusif. Oleh karena itu, para pendidik hendaknya dapat menata lingkungan kelasnya dengan baik, aman, nyaman, dan dapat dijangkau oleh semua peserta didik dari berbagai latar belakang.
Menurut hemat penulis, indikator lingkungan kelas yang inklusif, antara lain, adalah sebagai berikut:
1. Mendesain tata letak lingkungan kelas yang mudah diakses
Di berbagai satuan pendidikan di Indonesia, masih terdapat beberapa lingkungan kelas yang tidak tertata dengan baik. Bahkan yang lebih extrem lagi masih terdapat lingkungan kelas yang dalam kondisi kotor, berantakan, bahkan rusak.
Tata letak lingkungan kelas yang baik adalah bagaimana pendidik dapat mendesain tata letak ruangan kelas yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Selain itu, ruangan kelas juga hendaknya dapat dilengkapi dengan media pembelajaran yang memadai mudah dijangkau oleh semua peserta didik. Media pembelajaran tersebut hendaknya ditaruh dengan posisi yang tidak terlalu tinggi dan tidak mengganggu aktivitas pembelajaran di dalam kelas.
2. Menyediakan materi sumber belajar yang inklusif
Berdasarkan pengamatan penulis, masih banyak satuan pendidikan di Indonesia yang fasilitas ruangan kelasnya belum memadai dan belum tersusun dengan rapi. Misalnya, lambang garuda, presiden, dan wakil presiden, bendera Sang Saka Merah Putih hingga buku dan sumber belajar lainnya. Padahal, fasilitas ruangan kelas tersebut merupakan fasilitas yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran.
Fasilitas ruangan kelas seperti buku, media pembelajaran, dan lain sebagainya hendaknya dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan peserta didik sesuai dengan latar belakang peserta didik seperti ragam adat budaya dan lain sebagainya.
3. Menyediakan ruang ramah sensorik
Lingkungan kelas dan ruangan kelas yang inklusif harus menyediakan ruang ramah sensorik yang dapat menstimulasi perkembangan pancaindra peserta didik. Pendidik dapat membuat pojok ramah sensorik di setiap kelas masing-masing. Contohnya dengan menyediakan tempat duduk lesehan yang nyaman di pojok-pojok kelas, menata lighting cahaya lampu kelas dan lain sebagainya.
Pada akhirnya, lingkungan kelas yang inklusif merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi peserta didik. Sebagai pendidik yang profesional hendaknya dapat senantiasa berupaya mewujudkan lingkungan dan ruangan kelas yang inklusif, terbuka, aman, dan nyaman serta dapat mendukung tumbuh kembang anak dengan berbagai latar belakang. Para pendidik juga dapat meminta masukan dan saran para peserta didik agar dapat mengakomodasi kebutuhan tiap-tiap peserta didik. (*)