Longsor Timbun 7 Orang di Eks Pondi Pemali, PT Timah Sebut Praktik Tambang Tak Kantongi Izin
February 03, 2026 12:03 AM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Peristiwa tanah longsor di kawasan eks Tambang Pondi, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Senin (2/2/2026) menewaskan sejumlah penambang.

Setidaknya ada tujuh korban yang tertimbun longsor tersebut. 

Diketahui empat orang diantaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan tiga orang lainnya masih dalam pencarian.

Menyikapi peristiwa nahas tersebut, PT Timah menyampaikan duka dan belasungkawa atas peristiwa kecelakaan tambang yang terjadi di kawasan Pondi, Desa Pemali, Kecamatan Pemali.

Baca juga: Breaking News: Sejumlah Penambang Tertimbun Tanah di Eks Tambang Pondi Pemali Bangka

PT Timah Tbk dalam keterangannya mengatakan kecelakaan tambang yang terjadi pada Senin (2/2/2026) merupakan musibah yang terjadi pada praktik penambangan yang tidak memiliki izin dari PT Timah Tbk.

"Aktivitas tersebut merupakan kegiatan penambangan yang tidak memiliki izin dan bukan merupakan bagian dari operasional PT Timah Tbk. Perusahaan menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang mendalam atas terjadinya kecelakaan yang sangat kami sesalkan bersama,” kata Anggi Siahaan, Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk dalam keterangan tertulis kepada Bangkapos.com

Lanjut dia, proses pencarian terhadap para korban saat ini sedang dilakukan, dan PT Timah Tbk membantu dengan melibatkan alat berat untuk pencarian korban. 

Sementara, korban yang telah ditemukan telah dibawa ke rumah sakit untuk kemudian diserahkan kepada keluarga.

"Saat ini, tim operasional perusahaan juga membantu proses pencarian korban dengan berkoordinasi bersama pihak terkait. Dalam musibah ini PT Timah Tbk mendukung upaya penanganan di lapangan.” ucapnya.

Dalam kesempatan ini PT Timah Tbk mengimbau serta mengingatkan kepada seluruh penambang dan mitra usaha perusahaan untuk senantiasa mematuhi regulasi dan ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap aktivitas operasional penambangan. 

“Kita sama sama berharap, semoga kejadian dan musibah ini tidak terulang kedepan. mari kedepankan prinsip K3 secara konsisten dalam seluruh proses penambangan,” imbuhnya.

Detik-detik Tanah Longsor Timbun 7 Penambang

Satu orang penambang kembali ditemukan dalam proses evakuasi tanah longsor di eks Tambang Pondi, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (2/2/2026).

Penemuan tersebut sekira pukul 21.15 WIB malam. 

Baca juga: Detik-detik Tanah Longsor Timbun 7 Penambang, Satu Korban Kembali Ditemukan, 3 Orang Masih Hilang

Dengan demikian, total sudah ada empat orang korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara, tiga orang yang hilang masih dalam upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan. 

Diketahui, setidaknya ada tujuh orang yang menjadi korban tertimbun tanah longsor yang terjadi sekira pukul 17.00 WIB sore itu.

Informasi yang dihimpun, detik-detik peristiwa itu bermula ketika sejumlah pekerja sedang melakukan aktivitas penambangan menggunakan alat berat.

Tiba-tiba, kontur tanah di sekitar lokasi menjadi tidak stabil dan longsor seketika, menimbun para pekerja beserta alat berat yang sedang beroperasi.

Rekan korban yang selamat berupaya melakukan evakuasi mandiri sesaat setelah kejadian. 

Tiga orang korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Terbaru, satu lagi korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan. 

Dengan demikian, masih ada tiga orang korban yang terus dicari.

Kansar Terjunkan Tim Rescue 

Merespons laporan warga, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang segera menerjunkan satu tim rescue ke lokasi kejadian.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, Polres Bangka, BPBD Bangka, SAR Brimob, Laskar Sekaban serta masyarakat setempat kini tengah bahu-membahu melakukan penyisiran.

Demikian yang disampaikan oleh Kepala Kansar Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika. 

Mikel menyebut, terdapat kendala dalam proses pencarian.

"Kita sore ini menerima informasi tentang adanya pekerja tambang yang tertimbun longsoran tanah dan segera mengirimkan tim rescue," kata Mikel.

Ia menambahkan bahwa kondisi medan cukup berbahaya lantaran kontur tanah yang tidak stabil dan rawan longsor susulan menjadi tantangan utama kami dalam upaya pencarian empat pekerja yang masih tertimbun. 

“Kami terus berkoordinasi dengan aparat dan potensi SAR terkait untuk memaksimalkan proses pencarian. Semoga operasi ini diberi kelancaran," jelasnya.

Proses Pencarian Terkenda Kontur Tanah

Proses evakuasi terhadap sejumlah penambang yang tertimbun tanah longsor di lokasi eks Tambang Pondi, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Senin (2/2/2026) masih terus dilakukan pencarian.

Hingga malam hari, pencarian terhadap para korban terus dilakukan. 

Proses pencarian bahkan melibatkan dua unit eskavator.

“Sampai sekarang masih terus dicari, ada dua eskavator yang diturunkan,” kata Camat Pemali, Sukma Aditya kepada Bangkapos.com.

Dia menyebut, total ada 8 korban dalam insiden itu. 

Baca juga: Penambang Tertimbun Tanah Longsor, Tiga Meninggal Dunia, Satu Selamat dan Empat Orang Masih Dicari

Lebih lanjut, Camat mengatakan bahwa saat ini kondisi di lokasi masih gelap dan para petugas sedang mengupayakan untuk memasang lampu penerangan.

Kata dia, kemungkinan proses pencarian akan dilanjutkan keesokan harinya mengingat kontur tanah longsor yang cukup dalam.

“Kalau melihat kontur tanahnya itu dalam, bisa sampai dua atau tiga hari proses pencariannya,” ungkapnya.

Sementara itu, sejumlah awak media yang hendak menuju ke lokasi tertahan di depan pos lantaran tidak diperkenankan masuk oleh petugas keamanan setempat.

“Untuk media belum bisa masuk karena di dalam sudah ramai,” ucap salah seorang security.

Peristiwa itu terjadi tadi sore, Senin (2/2/2026) di lokasi pertambangan IUP PT Timah Tbk. 

Informasi yang dihimpun, saat ini upaya evakuasi sedang dilakukan.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.