TRIBUNJAKARTA.COM - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan dukungannya kepada Pramono Anung dalam memimpin DKI Jakarta.
Meskipun, Prabowo mengaku berbeda partai politik dengan PDI Perjuangan..
Hal itu disampaikan Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat pada Senin (2/2/2026).
Diketahui, Prabowo Subianto merupakan ketua umum Partai Gerindra. Sedangkan, Pramono Anung berstatus politikus senior PDI Perjuangan.
"Pak Pram dari PDIP, tapi tetap saya akan dukung sebagai Gubernur DKI," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, hal tersebut merupakan tugas dirinya sebagai Presiden RI. Prabowo menegaskan dirinya wajib melindungi seluruh rakyat Indonesia termasuk warga DKI Jakarta.
"Walaupun gubernurnya partai lain, saya akan dukung beliau supaya DKI aman dan selamat.
Kan begitu. Nanti 2029 ya terserah. Iya kan? Enggak apa-apa. enggak apa-apa," kata Prabowo diikuti tawa para kepala daerah termasuk Pramono Anung.
Selain itu, Prabowo mengungkapkan dirinya tidak akan bertanya mengenai latar belakang partai politik pada kepala daerah.
Prabowo menegaskan dirinya tetap akan melayani masyarakat meskipun dirinya mengalami kekalahan di sejumlah provinsi saat Pilpres 2024.
"Saya tidak akan tanya ini gubernurnya partai mana ya? Dulu milih calon nomor satu, nomor dua atau nomor tiga," kata Prabowo.
"Saya enggak akan tanya. Buktinya saya kalah di Sumatera Barat. Benar. Tapi tetap MBG sampai ke Sumatera Barat. Tetap koperasi Merah Putih tetap kita bangun, kita rehabilitasi Sumatera Barat," sambung Prabowo.
Begitu pula dengan Aceh. Dimana, dirinya juga mengalami kekalahan di Aceh.
"Saya juga kalah di Aceh kan. Tapi tetap kita bangun Aceh habis-habisan. Enggak ada. Tidak boleh ada permusuhan, tidak boleh ada sakit hati. Kalah menang biasa," kata Prabowo.
"Karena kita mengabdi untuk bangsa dan rakyat Indonesia," jelas Prabowo.
Menurut Prabowo, perbedaan politik dalam pemilu hal biasa.
Setelah pertandingan selesai, seluruh pihak semestinya kembali bersatu untuk bekerja demi bangsa dan negara.
"Pertandingan ya pertandingan, kalau harus ada pemilihan. Dua calon, tiga calon, lima calon enggak apa-apa bagus. Tapi begitu selesai sudahlah kerja," katanya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengunggah momen dirinya bersalaman dengan Prabowo Subianto.
Politikus PDIP itu juga menuliskan caption saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah (Rakornas) 2026.
"Pemerintah pusat dan daerah menyatukan langkah dalam menjalankan program prioritas Presiden @prabowo," tulis Pramono.
"Bismillah, semoga hasil koordinasi ini bisa meningkatkan kinerja Pemerintah Jakarta dalam melayani warga Jakarta," tutup Pramono.