Ultimatum Presiden Prabowo ke Pimpinan BUMN, "Tunggu Saja Panggilan Kejaksaan"
February 03, 2026 12:19 AM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Sentul - Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan ultimatumnya terhadap para pimpinan badan usaha milik negara alias BUMN, untuk tak main-main dalam bertugas.

Tak hanya itu, orang nomor satu di Indonesia tersebut bahkan sampai menyebut panggilan Kejaksaan, manakala memberikan ultimatumnya.

Presiden tak segan untuk memberikan hukuman apabila ditemukan adanya penyimpangan dalam mengelola aset negara.

Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026).

BUMN adalah singkatan dari Badan Usaha Milik Negara, yaitu perusahaan yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan langsung dari kekayaan negara yang dipisahkan.

Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunnewsBogor.com, Prabowo Subianto mengatakan Danantara dibentuk untuk menghimpun kekuatan negara dalam satu management pengelolaan.

"Nilainya 1 triliun US Dollar, lengkapnya adalah 1.040 Miliar Dollar Amerika Serikat," ujarnya, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, pengelolaan aset negara yang terbagi di 1.040 perusahaan selama ini menyulitkan pengawasan dan membuka celah penyimpangan.

Ia pun mengingatkan pimpinan BUMN yang lama untuk tidak lepas tangan begitu saja dan harus siap menerima konsekuensi apabila ditemukan adanya penyelewengan.

"Pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab, jangan enak-enak kau. Siap-siap kau dipanggil Kejaksaan," katanya.

Prabowo Subianto menekankan bahwa ultimatumnya itu merupakan peringatan serius demi kebaikan bangsa.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menegaskan bahwa ia tidak takut dengan siapapun kecuali Sang Pencipta dan rakyat Indonesia.

"Mereka ngejek Prabowo itu hanya bisa ngomong di podium aja, oh iya, ya tunggu aja panggilan," katanya.

Buka Rakornas Kepala Daerah

Presiden RI Prabowo Subianto membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Prabowo Subianto tiba di lokasi acara yakni Sentul International Convention Center (SICC) yang berlokasi di wilayah Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (2/2/2026).

Baca juga: Bertemu dengan Prabowo, Susno Duadji: Biang Kerok Pasar Modal Anjlok Terbongkar

Saat memasuki venue acara, Prabowo Subianto didampingi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka.

Ketika ia memasuki tempat acara, seluruh hadirin yang terdiri dari Menteri Kabinet Merah Putih, kepala badan/lembaga, kepala daerah, wakil kepala daerah, TNI, Polri, hingga Kejaksaan berdiri menyambutnya.

Selain itu, kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut disambut oleh nyanyian lagu Maju Tak Gentar yang mengiri langkahnya menyelami hadirin yang berada di barisan depan.

Bulu kuduk pun terasa merinding ketika lagu yang memiliki arti keberanian bangsa itu ikut dinyanyikan oleh para hadirin serta diiringi tepuk tangan.

Sementara itu, dalam agenda ini Prabowo Subianto akan memberikan arahan kepada para peserta Rakornas.

Arahan tersebut sekaligus berisi strategi dalam menyongsong kinerja tahun 2026 agar lebih baik, khususnya dalam kerangka hubungan pemerintah pusat dan daerah.

Saat mengawali pidatonya, Prabowo Subianto mengaku terpukau dengan semangat dari para peserta rakornas.

Terlebih, setiap instansi yang diabsen oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut taglinenya masing-masing dengan kompak dan lantang.

"Hati saya bergetar, melihat, mendengar dan merasakan semangat saudara-saudara sekalian," ujar Prabowo Subianto, Senin (2/2/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.