TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANGUKI - Koperasi Produsen Pidung Jaya (KPPJ) mengumumkan kesiapan penuhnya untuk mendukung pembangunan daerah di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), khususnya Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
Ketua Dewan Pengawas KPPJ, Hanifa Sutrisna menyampaikan hal ini ketika dihubungi Tribunmanado.co.id, Selasa 2 Februari 2026.
Ia menekankan komitmen KPPJ dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi lewat infrastruktur canggih seperti pabrik batako dan paving block berkapasitas 5.000 unit perharinya.
Hanifa menegaskan inisiatif ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan ekonomi desa via koperasi dan UMKM.
Dengan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) dan manusia (SDM) lokal, KPPJ siap jadi mitra utama, bangkit dari tantangan masa lalu menuju kegiatan produktif yang legal dan berdampak positif.
Termasuk dukungan terhadap pertambangan rakyat melalui kebijakan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang sedang diselesaikan pemerintah.
Hingga hari ini, KPPJ sudah berpartisipasi langsung dalam memenuhi kebutuhan batako Kopdes Merah Putih di Desa Dayow dan Desa Onggunoi di Kecamatan Pinolosian Timur (Pintim) guna percepatan penyelesaian pembangunan kantor Kopdes didua lokasi tersebut.
Di Sulut, program Gubernur Yulius Stevanus berfokus pada ekonomi masyarakat.
Hanifa menyatakan KPPJ telah siapkan fasilitas produksi modern dan logistik untuk dukung Koperasi Desa Merah Putih.
Termasuk peresmian dua unit baru yang suplai pasir, batu, dan material lokal, membuka peluang ekonomi segar bagi desa, dengan dukungan pemerintah untuk legalisasi aktivitas tambang tradisional via Izin Pertambangan Rakyat (IPR).
Kabupaten Bolsel jadi prioritas KPPJ, berkolaborasi dengan program Bupati di sektor pertanian, perikanan, industri kecil, dan pertambangan rakyat.
Infrastruktur seperti gudang dan alat pengolah hasil bumi akan tingkatkan produktivitas.
Plus ekspansi workshop yang ciptakan lapangan kerja baru, sejalan dengan usulan WPR untuk atasi tambang ilegal dan dorong kontribusi daerah.
"Kami juga tawarkan pelatihan SDM untuk anggota koperasi dan warga desa. Hal ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo soal UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional," kata Hanifa.
Kolaborasi ini menjanjikan pekerjaan baru dan naiknya pendapatan rumah tangga, seperti sukses operasional pabrik yang serap tenaga lokal, dengan dukungan penuh pemerintah daerah untuk keamanan investasi dan perizinan.
Lebih lanjut, KPPJ juga mendukung infrastruktur dasar Koperasi Desa Merah Putih, termasuk irigasi dan transportasi.
Fasilitas mesin pengolah kelapa-ikan siap diterapkan, plus bantuan penerangan desa untuk pertumbuhan berkelanjutan yang ramah lingkungan, didukung kebijakan provinsi yang percepat pembentukan KMP hingga tahap akhir.
Hanifa juga menekankan komitmen inklusif dan eco-friendly, integrasikan SDA seperti tambang-perkebunan dengan SDM terampil.
KPPJ siap koordinasi ketat dengan pemerintah daerah, dibuktikan monitoring Pemkab Bolsel yang konfirmasi legalitas dan manfaatnya.
Termasuk fasilitasi WPR untuk pertambangan rakyat yang berkelanjutan.
Berdasarkan pengalaman sukses proyek sebelumnya, dukungan Gubernur Sulut jadi katalisator.
"Kami yakin, ini akan menjadikan Bolsel model nasional, dengan fasilitas KPPJ mengubah ekonomi desa via inovasi dan peluang baru," tegasnya.
Secara umum, proses pembentukan Koperasi Merah Putih di Sulut telah mencapai tahap akhir, dengan 92,82 persen desa dan kelurahan terlibat, termasuk percepatan akta notaris.
Ia mengajak masyarakat terus memantau progres secara transparan, selaras tujuan Presiden Prabowo untuk ekonomi merata.
Transformasi KPPJ jadi inspirasi kebangkitan masyarakat, dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah untuk kesiapan Koperasi Desa Merah Putih yang hampir rampung.
KPPJ juga siap bekerjasama dengan semua pihak terkait, khususnya Kopdes Merah Putih yang membutuhkan dukungan fasilitas, peralatan dan SDM yang mumpuni.
"Partisipasi KPPJ adalah peluang emas bagi kemajuan bangsa," katanya.
"Dengan infrastruktur kuat termasuk produksi material baru, kami optimis akan memacu ekonomi Sulut, khususnya di wilayah Bolsel," tegasnya.
Melalui kerjasama strategis dengan Koperasi Desa Merah Putih, pertambangan rakyat dan pemberdayaan potensi ekonomi desa akan lebih maksimal.
(TribunManado.co.id/Nie)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK