Pandu Sjahrir: Danantara Aktif Beli Saham yang Bisnisnya Bagus 
February 03, 2026 01:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Danantara Indonesia sedang aktif memboyong saham berbagai emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan bahwa saham yang diborong berasal dari emiten dengan profil bisnis bagus.

"Kami aktif partisipan membeli saham-saham yang cash flow-nya bagus, profil bisnis bagus, valuasi baik, dan juga perlu likuiditas yang baik," katanya di gedung BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Baca juga: Soal Saham Gorengan, CIO Danantara Pandu Sjahrir: Bursanya Harus Dibenahi

Pandu menilai banyak saham-saham di BEI yang menarik bagi Danantara, terutama jika dilihat dari valuasinya.

Terkait dengan gonjang-ganjing Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa hari ke belakang, Pandu mengapresiasi apa yang dilakukan oleh regulator.

IHSG sedang melemah belakangan ini akibat pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).

MSCI yang merupakan penyedia indeks global yang menjadi acuan utama investor institusi dunia tersebut, membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks saham di Indonesia, efektif mulai  rebalancing Februari 2026.

Pembekuan itu membuat tidak akan ada penambahan saham baru (Additions) atau promosi (Small to Standard) untuk emiten Indonesia pada review periode Februari 2026.

"Beberapa broker pagi ini merilis membicarakan bahwa apa yang dilakukan baik oleh bursa regulator ini sangat cepat lho. Perubahan yang terjadi hanya dalam waktu 5 hari, termasuk hari Sabtu dan Minggu hari kerja buat semua di sini," ujar Pandu.

Berdasarkan informasi yang ia dapat dari tim BEI, semua pihak secara serius menangani reformasi pasar modal Indonesia.

Menurut dia, saat ini langkah terbaik adalah regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan dan BEI terus mengkomunikasikan secara detail langkah-langkah mereka.

Pandu sempat menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi IHSG, mengingat Danantara juga berperan sebagai pelaku di pasar modal nasional.

"Kami dari akhir tahun lalu sudah mulai masuk setiap hari ke pasar modal. Kami sudah berinvestasi, tapi ya kami diam-diam saja lah karena kan kalau info semua juga ya you know the market," kata Pandu dalam acara Prasasti Economic Forum 2026 di Hotel The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Pandu menyebutkan bahwa Danantara mengelola dana dalam jumlah besar yang perlu segera dialokasikan untuk investasi.

Rencana investasi harus dipikirkan secara baik karena mereka sangat memikirkan likuiditas.

"Kalau untuk saham di Indonesia, kami akan mencari saham yang memiliki fundamental dan likuiditas yang baik. Kami juga harus memilih value yang baik," ujar Pandu.

Ia memperkirakan gejolak IHSG masih akan terjadi beberapa hari ke depan jika tidak ada langkah dari regulator.

Pandu menyarankan regulator untuk menjalin komunikasi yang baik bersama pemangku kepentingan, termasuk MSCI.

"Kami concern karena kami juga menjadi bagian. Kami ingin meningkatkan confidence yang ada, tapi kita tidak bisa mencampuradukkan antara role of regulator and player," ucap Pandu.

Ia memandang apa yang dilakukan MSCI terhadap IHSG harus dipandang sebagai pengingat oleh regulator.

Sebab, menurut dia, tanpa adanya peringatan seperti ini tidak akan memunculkan perubahan.

"Makanya saya banyak berterima kasih juga dengan reminder dari MSCI dan dari teman-teman. Don't be so sensitive. Gimana kalau ada kritik, kita langsung defensive. Take it as a person. And improve. That's our job," kata Pandu. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.