Komika Pandji Pragiwaksono menanggapi pernyataan santai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait materi stand up comedy berjudul Mens Rea.
Menurut Pandji, sikap yang ditunjukkan Gibran mencerminkan kebijaksanaan sekaligus pemahaman terhadap dunia seni dan kebudayaan.
Pandji menilai, respons Gibran sebagai orang nomor dua di Indonesia disampaikan dengan cara yang tepat dan proporsional.
Hal itu ia sampaikan usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/1/2026), terkait dugaan penghinaan adat Toraja.
"Respons yang saya rasa cukup bijak ya, karena Wapres Gibran sebagai wakil presiden,” ujar Pandji.
Lebih jauh, Pandji melihat latar belakang Gibran sebagai wakil presiden dari generasi milenial turut memengaruhi cara pandangnya dalam menyikapi produk budaya, khususnya stand up comedy.
Menurutnya, perspektif tersebut membuat Gibran lebih relevan dalam memahami dinamika kesenian modern.
“Kayaknya beliau ini adalah wakil presiden pertama dari generasi milenial sehingga memang paling pas untuk bisa menyikapi produk kultur seperti stand up comedy,” ucapnya.
Pandji juga menilai pernyataan Gibran menunjukkan adanya pemahaman terhadap kebebasan berekspresi dalam konteks kesenian.
Ia menilai, Gibran tidak hanya memahami seni pertunjukan, tetapi juga mengajak publik agar tidak bersikap berlebihan dalam merespons sebuah karya.
“Respons beliau itu menggambarkan bahwa beliau paham sama kesenian ini. Ya, beliau juga mengharapkan para pendukungnya enggak perlu terlalu berlebihan dalam menyikapi,” tukas Pandji.
Sementara itu, di luar perkara dugaan penghinaan adat Toraja, Pandji juga diketahui menghadapi laporan lain yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya.
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penistaan agama yang juga berhubungan dengan materi stand up comedy Mens Rea.
Special Show stand up comedy milik Pandji yang berjudul Mens Rea menduduki peringkat pertama yang disiarkan di platform video streaming.
Pandji menyeret beberapa nama termasuk "Gibran Ngantuk."
Menanggapi hal itu, Gibran merasa tidak keberatan dengan roasting-an Pandji.
"Banyak yang rame tuh yang ngebahas fisik," ucap Coki Pardede dalam YouTube Tretan Universe pada Minggu (18/1/2026).
"Fisik siapa?" tanya Gibran.
"Salah satunya fisiknya (Gibran)," sahut Coki.
"Oh iya sih hahaha," jawab Gibran sambil tertawa khasnya.
"Ya enggak apa-apa buat lucu-lucuan saja, santai. Gak papa (dibilang ngantuk)," tanggapan Gibran.
"Tapi sebenarnya Mas ngantuk gak?" timpal Muslim.
"Ya dari lahir bentuk matanya seperti ini, mau gimana lagi," jawab Gibran lagi.
"Enggak masalah berarti di-roasting sama Pandji, gak masalah?" tanya Muslim lagi.
"Enggak masalah, di-roasting siapapun gak masalah," terang Gibran.
Dalam kesempatan itu, Gibran berkali-kali menegaskan siapapun boleh mengkritik pemerintah dalam bentuk apapun.