TRIBUNJATIM.COM- Iran selama ini ternyata memiliki senjata yang bisa membuat semua musuh mereka merinding.
Senjata itu adalah Rudal Khorramshahr-4.
Rudal Khorramshahr-4 merupakan senjata Iran paling tangguh.
Sebelumnya, atas nama para pengunjuk rasa warga Iran, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam untuk menyerang Teheran.
Dilansir dari Tribunnews, demonstrasi massal memang terjadi di Iran karena protes masyrakat atas situasi krisis di negara Persia tersebut.
Iran menerapkan aksi represif untuk mengendalikan situasi. Kerusuhan terjadi, jatuh korban jiwa yang menurut pihak Barat jumlahnya ribuan.
Iran menuding AS sudah men-setting aksi demonstrasi ini, terlebih mau ikut campur dengan mengancam dengan serangan besar.
Teheran balik mengancam dengan membidik pangkalan militer AS dan Israel jika Trump menindaklanjuti ancamannya.
Di tengah gejolak internal dan tekanan eksternal ini, para pemimpin Iran telah mempertajam peringatan mereka kepada Washington, memberi sinyal kalau tindakan militer apa pun akan memicu respons regional yang lebih luas.
Dalam konteks inilah perhatian beralih ke Khorramshahr-4, rudal terbesar dan paling tangguh dalam persenjataan Iran, yang kini menjadi pusat pertahanan Teheran.
Apa dan bagaimana seputar rudal Khorramshahr-4:
Dinamai dari Nama Kota yang Porak-poranda akibat Perang
Seri rudal Khorramshahr dinamai berdasarkan kota Iran yang hancur dalam Perang Iran-Irak pada tahun 1980-an.
Rudal ini juga disebut Kheibar, diambil dari nama benteng Yahudi yang ditaklukkan oleh umat Muslim pada abad ke-7, di wilayah yang sekarang menjadi Arab Saudi.
Rudal ini merupakan representasi dari evolusi terbaru dari lini ini dan mencerminkan upaya Iran untuk menunjukkan kemampuan pencegahan melalui simbolisme serta teknologi.
Menjangkau Israel dan Pangkalan AS
Rudal balistik jarak menengah ini, yang tingginya 13 meter, diresmikan pada Mei 2023.
Iran mengatakan Khorramshahr-4 memiliki jangkauan sekitar 2.000 kilometer (1.240 mil), yang cukup untuk mencapai instalasi militer Israel dan AS di seluruh Timur Tengah.
Meskipun Teheran bersikeras kalau program rudalnya bersifat defensif, mereka telah meluncurkan rudal-rudal ini di masa lalu.
Hulu Ledak Berat
Para pejabat Iran mengklaim rudal tersebut dapat membawa hulu ledak seberat hingga 1.500 kilogram, menjadikannya salah satu muatan terberat dalam armada rudal balistik Iran.
Klaim ini, jika akurat, menunjukkan fokus pada penyampaian serangan konvensional yang kuat daripada daya jangkauan lebih jauh.
Menurut laporan media, rudal ini dikembangkan oleh perusahaan pertahanan milik negara Iran bernama Aerospace Industries Organisation (AIO).
Dirancang untuk Kecepatan dan Daya Tahan
Khorramshahr-4 dilaporkan menggunakan bahan bakar cair, yang memungkinkan daya dorong tinggi dan akselerasi cepat.
Sumber-sumber Iran mengatakan bahwa rudal ini memiliki waktu terbang yang lebih singkat dan hulu ledak yang dapat bermanuver, fitur-fitur yang dimaksudkan untuk mempersulit pencegatan oleh sistem pertahanan rudal seperti Arrow milik Israel dan sistem pertahanan yang dipasok AS di wilayah tersebut.
Rudal ini pertama kali diuji tembak pada Januari 2017 dan dikatakan mampu menyerang 80 target setelah mencapai area target.
Kapan Terakhir Kali Digunakan?
Menurut Garda Revolusi Iran (IRGC), Khorramshahr-4 termasuk di antara rudal yang digunakan untuk menargetkan Israel setelah AS menghancurkan tiga fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.
Sebelumnya, rudal tersebut dilaporkan pertama kali digunakan dalam serangan 'True Promise 1' dan 'True Promise 2' pada April dan Oktober 2024, ketika Iran meluncurkan sekitar 180 rudal ke Israel setelah pembunuhan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dan Komandan IRGC Abbas Nilforoushan, menurut euronews.
Mirip Rudal Korea Utara
Rudal ini dimodelkan berdasarkan rudal balistik Musudan milik Korea Utara, yang diyakini memiliki jangkauan hingga 4.000 kilometer (2.485 mil) dengan muatan 500 kilogram (1.100 pon).