Ada-ada saja! Gegara Salah Paham COD, Kurir Paket Jadi Korban Kekerasan
February 03, 2026 02:03 AM

 

Seorang kurir di Cianjur bernama Abdul Qudus dikeroyok tiga orang akibat salah paham dalam transaksi COD saat mengantarkan paket.

SERAMBINEWS.COM, CIANJUR – Profesi kurir yang sehari-hari mengantarkan paket ke berbagai pelosok ternyata menyimpan risiko besar.

Abdul Qudus, seorang kurir di Kampung Cinangka, Desa Mekarmulya, Cianjur, Jawa Barat, menjadi korban pengeroyokan hanya karena kesalahpahaman dalam sistem pembayaran Cash on Delivery (COD).

Peristiwa terjadi pada Kamis (29/1/2026), ketika Abdul mengantarkan paket ke rumah salah satu penerima.

Karena penerima tidak berada di rumah, Abdul menyarankan agar pembayaran COD dititipkan agar transaksi tetap berjalan.

Namun, saran itu justru memicu emosi penerima.

Penerima bersama beberapa rekannya menghadang dan memukuli Abdul.

Baca juga: Residivis hingga Kurir, Empat Pelaku Sabu Diciduk Satresnarkoba Polres Aceh Selatan

Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Fajri Ameli Putra menyebutkan, ada tiga pelaku berinisial RZ (19), AR (18), dan NR (28), yang terlibat dalam penganiayaan.

“Pelaku melakukan pemukulan terhadap korban,” ujarnya.

Akibat kejadian itu, Abdul mengalami luka robek di bagian kepala dan harus mendapatkan perawatan medis.

Risiko Profesi Kurir

Kasus ini menyoroti betapa rentannya profesi kurir yang sering berhadapan langsung dengan pelanggan.

Sistem COD yang seharusnya memudahkan transaksi justru bisa menimbulkan konflik bila tidak dipahami dengan baik.

Kurir berada di posisi sulit: mereka hanya menjalankan prosedur perusahaan, namun bisa menjadi sasaran amarah ketika terjadi miskomunikasi.

Insiden di Cianjur menjadi pengingat bahwa edukasi masyarakat tentang sistem COD sangat penting.

Baca juga: Bocah Perempuan Nekat Tipu Kurir Paket, HP Seharga Rp4,5 Juta Diambil Tapi Bilangnya Kosong

Selain itu, perlindungan hukum bagi kurir juga harus diperkuat agar mereka tidak lagi menjadi korban kekerasan dalam menjalankan tugas.

Dengan ditangkapnya para pelaku, aparat berharap kasus ini menjadi pelajaran bersama.

Kurir bukan sekadar pengantar barang, tetapi bagian penting dari rantai ekonomi digital yang harus dihargai dan dilindungi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.