Jatim Terpopuler: Hananto Dikurung Pulang Merantau dari Malaysia - SBY Tanya Kabar Warga Pacitan
February 03, 2026 07:14 AM

 

Berikut selengkapnya:

Hananto dikurung usai pulang merantau dari Malaysia

Rupanya Mbah Kirno bukan satu-satunya warga Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur yang hidup dalam belenggu kerangkeng besi.

Adapula Hananto (45), warga Dukuh Janti, Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.

Ia senasib dengan Mbah Kirno hidup di balik kerangkeng besi. Padahal bukan pelaku kejahatan.

Pantauan TribunJatim.com, Senin (2/2/2026), Hananto hidup di kerangkeng besi dengan panjang 2 meter, tinggi 2 meter dan lebar 1,5 meter.  

Hananto hidup di belakang rumahnya, lokasi berdekatan dengan kambing peliharaan keluarganya.

Hananto rupanya telah dikerangkeng selama 12 tahun atau mulai 2014 silam, karena dianggap membahayakan. 

“Sudah belasan tahun memang begini (di kerangkeng besi). Karena memang membahayakan,” ungkap Diana Puspita Sari, adik dari Hananto, Senin (2/2/2026).

Baca juga: Pekerjaan Mbah Kirno Sebelum Dikurung di Kandang Besi Ternyata MC Kondang hingga Seniman Karawitan

Gangguan Jiwa Lebih dari 25 Tahun

Dia menjelaskan Hananto sudah mengalami gangguan jiwa lebih dari 25 tahun.

Berawal dari merantau ke Malaysia, pasca lulus dari SMP.

“Tamatan SMP langsung kerja ke Malaysia. Ikut kerja temannya ke sana. Sekitar 6 bulanan kerja di Malaysia itu dari agen Malaysia mengkonfirmasi Mas Hananto ini mengalami gangguan jiwa,” kisahnya.

Menurutnya, Hananto saat di Malaysia tidak bekerja.

Malah berbuat macam-macam seperti beribadah selain ajaran agama Islam yang selama ini dianut.

“Akhirnya gak mau kerja, gak mau ngapa-ngapain. Di sana hanya cari nomer togel di sana. Akhirnya dipulangkan dari PT,” paparnya.

Saat sampai di rumah, Hananto mengalami gangguan jiwa.

Tidak mau mengurus diri sendiri. Hanya mau tidur, makan, merokok dan minum soda.

“Sejak saat itu, uangnya habis. Apa-apa dijual. Ibunya punya beras dijual, punya tabung gas dijual, punya motor dijual. Akhirnya semua dijual ga bisa ngerokok, gak bisa beli-beli itu akhirnya ngamuk tambah parah,” tambahnya.

Baca juga: 20 Tahun Mbah Kirno Dikurung di Kandang Besi karena Dianggap Punya Ilmu Sakti, Minum Oli 1 Liter

DIKERANGKENG - Hananto hidup di kerangkeng besi di belakang rumahnya, Dukuh Janti, Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur saat ditemui Kasatbinmas Polres Ponorogo, AKP Agus Syaiful Bahri, Senin (2/2/2026). Hananto dikerangkeng mulai 2014 silam, karena dianggap membahayakan. (TribunJatim.com/Pramita Kusumaningrum)

Perjuangan Keluarga Obati Hananto

Menurut Diana, keluarga sudah membawa Hananto ke berbagai pengobat. Baik secara medis maupun alternatif.

Namun ketika sembuh hanya bertahan beberapa bulan.

“Sampai rumah kumat lagi, stres lagi. Kalau stres ambil apa aja, ambil senjata tajam, kayu, balok, besi, kalau masih awal-awal keliling kampung bawa itu,” tegasnya.

Sehingga, dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Solo.

Baca juga: Mbak Kirno Dikurung di Kandang Besi 20 Tahun Kini Dirawat Purnomo Polisi Baik, Anak: Cempat Sembuh

Pernah Dirawat di RSJ 2 Tahun, Dibawa Pulang Kumat

Dia menerangkan Hananto dirawat di RSJ nyaris 2 tahun lamanya. Hingga sudah terlihat normal dan sembuh.

“Ketika kembali ke rumah, itu kumat lagi tambah parah lagi. Sama keluarga dikasih obat terus, nah lama-lama efeknya badannya gerak-gerak sendiri kayak tremor gitu,” urai Diana.

Karena itu Hananto merasakan efek. Menyebabkan tidak mau minum obat akhirnya tambah parah lagi. 

Mantan Presiden SBY tanya kabar warga Pacitan pasca gempa

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanyakan kabar dan kondisi warga Pacitan, Jawa Timur.

Hal itu dilakukan saat mantan Presiden SBY itu sedang pulang kampung ke Pacitan.

SBY memang memiliki ikatan yang erat dengan Pacitan.

Sebab, SBY lahir dan menghabiskan sebagian masa kecil dan remajanya di Pacitan.

Baca juga: SBY Bernostalgia di Ponorogo: Santap Sate Gule Kambing Bu Yuli Saat Perjalanan Pulang ke Pacitan

Kehadiran SBY di Kabupaten dengan sebutan 70 Mile Sea Paradise disambut Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan Heru Wiwoho. 

Tak hanya Heru, namun juga terlihat unsur Forkompimda Kabupaten Pacitan.

Terlihat pula anggota DPRD Pacitan dari fraksi Demokrat serta teman-teman masa remaja SBY di kota dengan sebutan 1001 Goa ini.

Turun dari kendaraan bus, SBY yang didampingi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malarangeng dan Asisten Pribadi Presiden ke-6 RI SBY, Brigjen Tumpal Raines Napitupulu langsung menyapa menanyakan kabar.

Termasuk kondisi cuaca hingga gempa bumi yang berepisentrum di Pacitan beberapa waktu lalu.

“Gempa bumi yang kemarin aman ya di Pacitan,” tanya SBY ketika tiba di Kabupaten Pacitan, Senin (2/2/2026).

Pertanyaan tersebut langsung dijawab serentak oleh hadirin yang ikut penyambutan.

"Alhamdulillah semua aman, Bapak," jawab Sekda Heru Wiwoho.

SBY pulang kampung setelah sebelumnya berkegiatan di Surabaya dan Gresik.

Selanjutnya SBY akan berada di Pacitan dalam beberapa hari ke depan.

Gempa bumi bermagnitudo 5,5 mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Selasa (27/1/2026) pagi.

Berdasarkan akun X, BMKG menyebutkan bahwa gempa Magnitudo 5,5 terjadi Selasa (27/1/2026) pukul 08.20 WIB. Lokasi 8,14 Lintang Selatan, 111,33 BT. 25 km Timur Laut Pacitan Jatim, kedalaman 105 kilometer.

Walaupun pusat gempa di Kabupaten dengan sebutan kota 71 Miles Sea Paradise, getaran dirasakan hingga wilayah Ponorogo.

==> Baca selengkapnya

Fokus edukasi pencegahan kecelakaan

Operasi Keselamatan Semeru 2026 di Polres Ponorogo bakal digelar selama 2 pekan mulai dari Senin (2/2/2026) sampai Minggu (15/2/2026).

Dalam Operasi Operasi Keselamatan Semeru 2026 selama 2 pekan, ada 125 personel yang diterjunkan. Pun menekankan edukasi dan pencegahan laka lantas.

Operasi ini merupakan operasi kepolisian kewilayahan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.

“Juga menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Ponorogo,” ungkap Waka Polres Ponorogo, Kompol Try Widyanto Fauzal, Senin pagi.

Pantauan Tribunjatim Network, bahwa Operasi Keselamatan Semeru 2026 dimulai dengan gelar pasukan di Mapolres Ponorogo, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Banyudono, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jatim, Senin (2/2/2026).

Baca juga: 4 Emak-emak Ditangkap usai Kejahatan dari Grup WA Terungkap, Polisi Pakai Operasi Undercover Buy

Tujuan Operasi

Kompol Try menjelaskan bahwa Operasi Keselamatan Semeru 2026 rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026.

Operasi ini mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat menjelang pelaksanaan Ops Ketupat Semeru 2026.”

“Konsep pelaksanaan Ops Keselamatan Semeru 2026 mengedepankan kegiatan preventif sebesar 40 persen, preemtif 40 persen, dan penegakan hukum (gakkum) sebesar 20 persen,” tambahnya.

Konsep Pelaksanaan

Menurutnya, operasi keselamatan Semeru 2026 ini ni dilaksanakan di seluruh wilayah Bumi Reog dengan fokus utama pada upaya preemtif (edukasi) dan preventif (pencegauan) guna meningkatkan simpati dan kesadaran masyarakat, sekaligus menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang Idul Fitri 1447 H.

Baca juga: SBY Bernostalgia di Ponorogo: Santap Sate Gule Kambing Bu Yuli Saat Perjalanan Pulang ke Pacitan

==> Baca selengkapnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.